Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Pemberangkatan jemaah haji tahun 2026 di Embarkasi Solo mengalami perubahan.
Jika sebelumnya embarkasi ini memberangkatkan jemaah dari Jawa Tengah dan DIY, mulai tahun ini Yogyakarta memiliki embarkasi haji sendiri.
Jemaah akan terbang melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).
Selain itu, jemaah dari wilayah eks Karesidenan Kedu juga ikut bergabung ke Embarkasi Yogyakarta.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo tetap bersiap menyambut kedatangan 29.212 jemaah calon haji yang terbagi dalam 81 kelompok terbang (kloter).
Para jemaah dijadwalkan mulai masuk asrama pada Selasa (21/4/2026).
Ketua PPIH Embarkasi Solo sekaligus Kepala Kanwil Kemenhaj dan Umrah Jawa Tengah, Fitriyanto, menjelaskan total jemaah tersebut terdiri dari 32.138 jemaah reguler, 1.706 prioritas lansia, 191 petugas haji daerah, serta 87 pembimbing haji.
Dari jumlah tersebut, 29.121 jemaah berangkat melalui Embarkasi Solo.
Sedangkan sisanya melalui Embarkasi Yogyakarta.
“Tahun ini ada perbedaan. Dari Embarkasi Solo ada 81 kloter, sementara 15 kloter lainnya diberangkatkan melalui Embarkasi Yogyakarta. Total yang berangkat dari Yogyakarta mencapai 26 kloter,” ujar Fitriyanto, Senin (20/4/2026).
Ia menambahkan, kebijakan ini seiring dengan perubahan sistem penyelenggaraan haji yang kini sepenuhnya ditangani oleh Kementerian Haji dan Umrah.
Selain itu, jemaah asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang sebelumnya bergabung melalui Embarkasi Solo, kini seluruhnya diberangkatkan melalui Embarkasi Yogyakarta.
Baca juga: Embarkasi Solo Terapkan One Stop Service, Kartu Nusuk Langsung Dibagikan di Donohudan
Menariknya, tidak hanya jemaah DIY, sebagian jemaah asal Jawa Tengah juga ikut diberangkatkan dari Yogyakarta. Mereka berasal dari wilayah eks Karesidenan Kedu, yakni Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, dan Kebumen.
“Yang diberangkatkan lewat Yogyakarta adalah jemaah yang secara geografis lebih dekat. Tujuannya untuk mengurangi tingkat kelelahan jemaah,” jelasnya.
Dengan skema ini, diharapkan proses keberangkatan jemaah haji menjadi lebih efisien dan nyaman, terutama bagi mereka yang berasal dari wilayah perbatasan Jawa Tengah dan DIY. (*)