Mahasiswa Teknik Dibegal Lima Pria di Jalan Karang Menjangan Surabaya, Sempat Dianiaya Hingga Luka
Titis Jati Permata April 20, 2026 02:32 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA - Aksi pembegalan motor dialami mahasiswa teknik berinisial NA (20), di Jalan Karang Menjangan, Gubeng, Surabaya, Sabtu (18/4/2026) malam.

Akibatnya, korban mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah, karena motor Honda Vario 125 bernopol T-4599-SX dan sebuah ponsel merek Redmi Note 11 miliknya dibawa kabur para pelaku berjumlah sekitar 4-5 orang. 

Kronologi Kejadian

Ceritanya, Korban NA sedang membonceng teman semasa SMA berinisial IR untuk berkeliling Kota Surabaya. 

Korban NA menjemput Saksi IR dari Bandara Juanda. 

Rencananya, mereka hendak ke kampus NA di kawasan Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, untuk salat magrib. 

Namun, sebelum itu, mereka makan di sebuah depot kawasan sekitar RSJ Menur, Kecamatan Gubeng, Surabaya. 

Setelah itu, Korban NA mengajak Saksi IR melihat Kampus B Unair di kawasan Jalan Airlangga, Gubeng, Surabaya. 

Korban NA dan Saksi IR mendadak didatangi dua pria berboncengan motor. 

Kedua pria itu menuduh Korban NA terlibat permasalahan perkelahian dengan salah satu kerabatnya di tempat lain. 

Dipaksa Turun dari Motor

Korban NA dan Saksi IR dipaksa turun dari atas motor dan berjongkok di pinggir jalan. 

Lalu, tak lama kemudian, dua orang teman sesama komplotan tersebut datang dan melakukan intimidasi dengan menuduh Korban NA secara serampangan. 

"Tak lama kemudian 2 teman pelaku datang. Lalu kami dikelilingi dan diinterogasi 4 komplotan pelaku," ujarnya saat dihubungi SURYA.co.id, Senin (20/4/2026). 

Nah, selanjutnya, para pelaku memaksa Saksi IR mengikuti mereka dengan cara dibonceng paksa ke suatu tempat yang jauh dari lokasi tersebut. 

Kemudian, giliran Korban NA dipaksa oleh dua pelaku menuju ke suatu tempat yang tak disebutkan. 

Pada momen tersebut, si korban dipaksa dipaksa duduk di bagian tengah saat dibonceng bertiga oleh para pelaku menggunakan motor korban sendiri. 

"Saya dibonceng 3 orang. Saya di tengah diajak 2 pelaku lurus terus belok kiri untuk melihat korban fiktif itu. Kemudian berhenti di pinggir jalan depan (gedung) kampus A kedokteran," ungkapnya. 

Dibawa ke Kawasan Sepi di Jalan Karangmenjangan

Ternyata, Korban NA dibawa ke ruas jalan yang terpantau sepi di kawasan Jalan Raya Karang Menjangan atau tepat depan Kantor Palang Merah Indonesia (PMI). 

Setibanya di lokasi tersebut, Korban NA dipaksa turun dari motor, lalu digiring oleh kedua pelaku berjalan menjauhi motor. 

Belakangan diketahui kedua pelaku sedang menghasut Korban NA untuk dipertemukan dengan korban penganiayaan fiktif yang disebut-sebut sebelumnya. 

Korban NA yang menyadari itu merupakan akal-akalan pelaku, lantas membawa kunci kontak motornya. 

Korban Dianiaya Pelaku

Korban NA digiring kedua pelaku ke kawasan Jalan Prof. DR. Moestopo Pacar Kembang, Tambaksari, Surabaya. 

Di sana, Korban NA dipaksa menyerahkan kunci motornya, namun dilawan. 

Hingga akhirnya, Korban NA sempat dianiaya; ditampar dan dipukuli oleh para pelaku agar segera menyerahkan kunci motor. 

Meskipun kunci motor tetap tidak berhasil didapatkan para pelaku. 

Ternyata, para pelaku langsung kabur kembali ke tempat di mana motor tersebut ditinggalkan sebelumnya. 

Korban NA yang ketakutan lantas meminta pertolongan para warga dan petugas keamanan gedung di lokasi tersebut. 

Lalu, korban NA mencari nasib motornya di lokasi terakhir dirinya dipaksa turun. Saat dicari tahu dengan mendatangi lokasi tersebut, motor itu sudah hilang. 

Kemudian, mengenai keberadaan teman Korban NA, yakni Saksi IR, ternyata diterlantarkan di kawasan jalanan sepi dekat pagar Gedung Pascasarjana Kampus B Unair. 

"Saya terus ditampar. Kemudian mau lari saya dipukuli hingga jatuh. Namun kunci motor tetap saya pegang. Saat dicek motor yang diparkir di Jalan Karang Menjangan sudah raib," ungkapnya. 

Akibat insiden tersebut, Korban NA mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Apalagi, motor tersebut baru saja lunas. 

Namun, Korban NA sudah melaporkan kasus kriminalitas yang dialaminya itu ke Gedung SPKT Mapolrestabes Surabaya. 

Laporan tersebut dibuktikan dari adanya Surat Laporan Polisi: LP/B/825/IV/2026/SPKT POLRESTABES/SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR Sabtu 18 April 2026 pukul 21.30.

Dalam laporan yang dibuatnya itu, Korban NA menyebutkan, jumlah pelaku komplotan begal yang merampas motor dan ponselnya berjumlah sekitar 4-5 orang. 

"Jumlah pelaku sekitar 4-5 orang. Harapannya pelaku segera ditangkap. Soalnya motor baru lunas karena itu motor buat kuliah," pungkasnya. 

Jalan Karang Menjangan Kerap Terjadi Pembegalan

Di kawasan Jalan Karang Menjangan, Mojo, Gubeng, Surabaya, pada Rabu (7/1/2026) malam, pernah terjadi pembegalan yang dialami  mahasiswi asal Mojokerto, berinisial NE (20). 

Sepulang kuliah, Korban NE yang berjalan kaki sendirian, didekati dua pria lalu ditodong sebuah benda menyerupai senjata pistol.

Korban NE menceritakan, lokasi kejadian kriminalitas yang dialaminya itu, berdekatan dengan kampus tempatnya berkuliah.

Ceritanya, sepulang kuliah, pada malam itu sekitar pukul 23.00 WIB, Korban NE berjalan kaki sendirian menuju ke kosannya di kawasan Jalan Kedung Tarukan I. 

Saat itu, ia memang sedang memegang ponsel dan dompetnya. 

Tiba-tiba, dari arah belakang, dirinya didekati dua pria berboncengan motor. 

Lalu kedua pria tersebut berusaha merampas ponsel dan dompet yang sedang dipegangnya. 

Ia juga ketakutan dan syok saat si pelaku mengeluarkan benda menyerupai pistol yang ditodongkan kepadanya. 

"Tiba-tiba ada 2 cowok pakai sepeda (motor) mengarah ke aku, langsung ngambil dompet sama HP, dan posisi pas dia ngambil itu pistolnya udah diarahin ke aku," ujarnya saat dihubungi SURYA.co.id, Selasa (13/1/2026). 

Takut dirinya malah dilukai oleh para pelaku, Korban NE terpaksa melepaskan genggaman tangan dari ponsel dan dompet yang sedang dibawanya. 

Entah apa penyebabnya, ternyata ponsel Korban NE malah terlepas dari genggaman tangan si pelaku, dan jatuh ke tanah. 

Namun, tidak dengan dompetnya yang berisi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan uang tunai berisi Rp 500 ribu. 

Melihat kesempatan itu, Korban NE langsung memungut kembali ponselnya yang tergeletak di tanah, lalu kabur menjauh dari lokasi tempat motor kedua pelaku berhenti. 

Akibat kejadian tersebut, Korban NE mengaku syok dan trauma.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.