WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Keberanian seorang petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) berinisial N (54) harus dibayar mahal dengan luka di wajah.
N menjadi korban pemukulan brutal setelah berhasil menggagalkan aksi percobaan pencurian sepeda motor miliknya di Jalan Raya Pasar Minggu, Pejaten Timur, Jakarta Selatan, Kamis (16/4/2026) pagi.
Peristiwa mencekam ini terjadi sekira pukul 05.40 WIB, saat korban tengah menjalankan tugas mulianya menyapu jalanan ibu kota.
Baca juga: Lima dari 9 Begal Anggota Damkar Ditangkap, Berikut Peran dan Identitasnya
Korban memarkirkan sepeda motornya di depan sebuah toko buah tanpa menyadari bahwa maut tengah mengintai.
Dua pelaku yang mengendarai Honda Beat putih-merah tampak mendekati motor korban dengan gerak-gerik mencurigakan.
Naluri waspada N muncul; ia seketika meneriaki pelaku dengan teriakan "Maling!" yang memecah keheningan pagi.
Teriakan tersebut sempat membuat nyali pelaku ciut dan melarikan diri dari lokasi.
Pelaku Kembali dan Mengamuk
Namun, drama tak berhenti di situ.
Bukannya kabur menjauh, kedua pelaku justru kembali ke lokasi kejadian.
Diduga karena emosi aksinya digagalkan, pelaku langsung menyerang dan memukul wajah korban hingga mengalami luka-luka serius.
Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah bergerak cepat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Korban langsung meneriaki maling dan kedua pelaku sempat kabur, namun mereka kembali dan melakukan pemukulan," ujar Anggiat saat dikonfirmasi, Senin (20/4/2026).
Baca juga: Aksi Heroik Suami Menyelamatkan Istri dari 3 Begal di Bekasi, Tabrakkan Mobil ke Motor Pelaku
Polisi Buru Pelaku
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas para pelaku melalui pemeriksaan saksi dan rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi.
Meskipun identitas sudah dikantongi lewat ciri-ciri kendaraan, polisi masih menunggu kesehatan korban pulih sepenuhnya untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
"Korban sampai saat ini belum bersedia membuat laporan polisi resmi karena masih dalam keadaan sakit dan menjalani perawatan," tutup Anggiat.
Kasus ini kini menjadi sorotan setelah videonya viral di media sosial, memicu kekhawatiran warga akan kerawanan kriminalitas pada jam-jam rawan di wilayah Jakarta Selatan.