Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Fajar Kristianto (27) menjadi salah satu korban dugaan penganiayaan disertai penculikan ternyata sempat meminta maaf, sebelum dibawa kekediaman terduga pelaku di wilayah Cipedes pada Minggu (19/4/2026) malam.
Keterangan ini terungkap dari saksi mata yang melihat korban dijemput paksa oleh sekelompok orang, hingga dianiaya akibat adanya kesalahpahaman usai terduga pelaku membeli bakso.
Menurutnya, ketika kejadian dirinya tidak mengalami penganiayaan tapi melihat secara jelas perlakuan sekelompok orang menganiaya pamannya bernama Sutarno (48).
"Yang jelas kronologinya om saya itu dianiaya pas di warung sampai rumah pembeli, dan kejadiannya pas Isya," ungkap Fajar ketika ditemui TribunPriangan.com, Senin (20/4/2026).
Baca juga: Breaking News! Tukang Bakso di Tasikmalaya Dipukuli di Depan Anak, Lalu Diculik Bersama Keponakannya
Fajar mengaku, sebelum kejadian dirinya tengah menyiapkan pesanan bakso milik terduga pelaku, dan tidak ada masalah apapun sampai pulang.
Namun, kondisi berubah panas, saat pemilik bakso hendak salat Magrib dan menuju kebelakang tapi sempat menyenggol pembeli hingga terjadi adu mulut.
"Yang menyiapkan bakso saya, posisinya mas sedang ngobrol didepan sama saya, ga ada kejadian apa-apa dan sudah dilayani dan mau pulang. Pada saat om saya mau salat, katanya ga sengaja kesenggol badannya hingga cowoknya marah sampai ngeluarin bahasa kasar," jelas Fajar yang saat ini masih dalam pemeriksaan Polres Tasikmalaya Kota.
Ia menegaskan, bahwa kejadian ini sebenarnya hanya salah paham tapi dari pihak terduga marah-marah karena tidak terima tempat perempuannya kesenggol.
"Ga sengaja dan itu ada kesalahpahaman, tapi si cowoknya marah sampai keluar kata-kata ga enak, om saya diam, saya yang melerai. Durasi kejadian ini terjadi sekitar 30, setelah itu pulang, tapi saya sempat ngejar kedepan untuk minta maaf tapi tidak diterima," jelasnya.
Namun, tak lama kemudian terduga pelaku kembali ke lokasi pertama dengan membawa rekan lainnya menggunakan sepeda motor.
"Tidak lama mereka balik lagi bawa rekannya sekitar jam delapan malam. Pada saat di lokasi ga ada basa basi, tapi langsung pake bahasa kurang enak sampai lakukan pemukulan ditendang lima kali, dipukul juga dan yang melakukannya ada dua orang," kata Fajar.
Baca juga: Polisi Temukan Tukang Bakso Korban dan Terduga Culik di Tasikmalaya, Motifnya Masih Diselidiki
Sesudah dipukuli, dirinya dengan pamannya dibawa paksa kekediaman terduga pelaku untuk menyelesaikan kesalahpahaman tersebut.
"Saya sempat bilang mau selesain masalah secara kekeluargaan saja, tapi mereka maksa terus untuk ikut ke rumah perempuan yang beli bakso," tambahnya.
Ketika sampai di kediaman perempuan yang belum diketahui identitasnya, korban kembali mendapat penganiayaan hingga diberikan balsem dan abu rokok supaya mengakui pelecehan yang dilakukan Sutarno.
"Paman saya dikasih balsem, dikasih abu rokok, bahkan dadanya di kasih aida, alasannya itu supaya om saya biar takut dan mengakui yang tidak dilakukan soal pelecehan," jelas Fajar.
Karena mencari aman, ia bersama pamannya tidak melawan. Karena di lokasi banyak warga lain sudah berkumpul.
"Saya disini cari aman, karena banyak orang sudah berkumpul. Dan disini saya kenapa diam karena sejak awal om saya tidak melakukan hal yang dituduhkan," keluhnya.
Setelah mendapatkan perlakuan, ia diminta pulang untuk membawa pengurus RT, RW dan istri korban.
"Pada saat saya di rumah mereka, sempat pulang dulu tapi ga ke rumah karena sudah rame, awalnya itu mau manggil pengurus RW, istri om saya sama bawa sejumlah uang atas permintaan keluarga perempuan sebagai tanggungjawab dan pengobatan mental dia di rumah sakit," tambah Fajar.
Selain itu, dirinya pun menegaskan tidak ada kejadian pelecehan yang dituduhkan dan itu hanya kesalahpahaman dengan pembeli.
"Jadi keduanya itu beli bakso dan makan disitu, bahkan pada saat kejadian saya lindungi paman itu sambil nangis karena melihat om saya dianiaya," katanya.
Sampai saat ini TribunPriangan.com pun belum bisa memintai keterangan terduga pelaku, karena masih berada di dalam ruangan Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota. (*)