TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA – Komisi D DPRD Blora mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mencari sumber anggaran lain untuk rehab sekolah tahun 2026.
Diketahui, Pemkab Blora mencoret dana rehab sekolah 2026 yang sempat dianggarkan Rp4 miliar.
Dana rehab sekolah tersebut turun dari 2025 yang mencapai Rp20 miliar.
Namun, saat evaluasi anggaran, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) memutuskan mencoret anggaran rehab sekolah karena efisiensi.
Anggaran rehab sekolah itu dialihkan untuk perbaikan jalan.
Terkait penggeseran anggaran ini, Wakil Ketua Komisi D DPRD Blora Achlif Nugroho Widi Utomo mengaku memahaminya.
Baca juga: Kisah di Balik 1.100 Siswa SKB Blora: Dari Korban Bullying Guru hingga Pecandu Game Berupaya Bangkit
Menurutnya, pengurangan hingga penghapusan anggaran sarana dan prasarana pendidikan terjadi karena kondisi keuangan daerah yang saat ini masih terbatas.
"Untuk sarana-prasarana fisik dan anggaran lain di bidang pendidikan memang banyak sekali berkurang."
"Saat ini, prioritasnya tetap pada sekolah-sekolah yang sangat membutuhkan, terutama sekolah negeri," terangnya, Senin (20/4/2026).
Achlif menyebut, sebelumnya, banyak program perbaikan sarana pendidikan di Blora yang bersumber dari pokok pikiran (pokir) anggota dewan.
Namun, dalam situasi fiskal sekarang, usulan tersebut belum dapat difasilitasi DPRD lewat APBD.
"Karena kondisi keuangan belum memungkinkan, pokir-pokir anggota dewan untuk infrastruktur dan sarana-prasarana pendidikan belum bisa terakomodasi," jelasnya.
Kendati demikian, Achlif menyebut, masih ada peluang perbaikan sekolah melalui dukungan pemerintah pusat.
Baca juga: Modus Kelola Sumur Tua, Polda Jateng Ringkus Tiga Pemodal Pengeboran Minyak Ilegal di Blora-Rembang
Dinas Pendidikan, kata dia, bisa mengupayakan program revitalisasi dari kementerian serta kemungkinan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik bidang pendidikan.
"Kemarin, saya dapat informasi dari Sarpras Dinas Pendidikan, kemungkinan ada anggaran dari pusat berupa revitalisasi dari kementerian."
"Kemudian, kalau memungkinkan, nanti ada DAK fisik pendidikan, tapi saat ini belum. Nanti akan diprioritaskan ke sana," jelasnya.
Dengan tidak adanya alokasi dari APBD 2026, perbaikan sekolah di Kabupaten Blora untuk sementara akan bergantung pada bantuan dari pemerintah pusat. (*)