TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Kenaikan harga elpiji nonsubsidi dikeluhkan Ari, pemilik warung makan di kawasan Pasar Tumenggungan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Kenaikan harga yang mencapai Rp36 ribu per tabung ukuran 12 kg dirasakan memberatkan.
"Sangat memberatkan sekali (kenaikan harga elpiji)," keluhnya saat ditemui di warungnya, Senin (20/4/2026).
Pagi itu, warung makan milik Ari tampak ramai.
Para pegawai pun sibuk melayani para pembeli yang datang silih berganti.
Baca juga: Harga Elpiji 12 Kg di Pengecer Banyumas Tembus Rp240 Per Tabung Imbas Kenaikan Harga
Kesibukan pun terlihat di bagian dapur.
Di antara perlatan memasak, terdapat beberapa tabung bright gas ukuran 12 kg.
Ari mengatakan, untuk memasak di warungnya, dia memang menggunakan elpiji nonsubsidi.
Setidaknya, dia butuh tiga tabung elpiji 12 kg per hari.
Dia tak berani menggunakan elpiji tabung melon atau elpiji 3 kg karena takut disidak pihak terkait.
Namun, kenaikan harga elpiji 12 kg yang mencapai Rp36 per tabung sangat memukul usahanya.
Biasanya, Ari membeli elpiji 12 kg seharga Rp198 ribu per tabung dari pemasok langganan.
Tapi, sekarang harga tersebut naik menjadi Rp234 ribu per tabung.
"Bolehlah naik tapi jangan langsung Rp36 ribu per tabung," terangnya.
Baca juga: Nama Zaeni Miftah Kembali Muncul sebagai Kandidat Kuat Ketua DPC PKB Kebumen
Dengan kenaikan harga tersebut, dia tentu harus menambah alokasi dana untuk membeli elpiji setiap harinya.
Pertamina Patraniaga menaikkan harga bright gas menyusul lonjakan harga energi di tingkat global.
Di Pulau Jawa, harga elpiji tabung 5,5 kg yang sebelumnya di angka Rp90 ribu naik menjadi Rp107 ribu per tabung.
Sementara, harga elpiji 12 kg naik dari Rp192 ribu menjadi Rp228 ribu per tabung. (*)