Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD mulai digelar hari ini, Senin, 16 April 2026. Usai ujian, ada beberapa siswa yang menilai tentang kesulitan soal TKA.
Khususnya untuk soal TKA numerasi/matematika yang diadakan pada hari pertama ini. Salah satu peserta TKA dari SDN Rawabuntu 03 Tangerang Selatan, Bunga Saskia mengaku bahwa soal TKA numerasi ini tingkat kesulitannya beragam.
"Lumayan gampang-gampang susah sih, soalnya ada soal yang gampang, ada soal yang susah," katanya saat ditemui di SDN Rawabuntu 03, Tangerang Selatan, Banten, Senin (20/4/2026).
Soal Pecahan Jadi Tantangan
Menurut siswa lainnya yakni Saffa, soal numerasi yang paling sulit jatuh kepada materi soal pecahan. Bunga pun sama, berpendapat demikian.
"Yang susah kayak pecahan gitu," kata Saffa.
Siswa lainnya juga mengaku hal yang sama, seperti Kenzie Yudistira dan Raihan Fadhil. Mereka mengatakan ada cukup banyak soal pecahan yang keluar dalam TKA.
Meski demikian, Saffa bersyukur karena soal-soal TKA numerasi secara umum sesuai dengan kisi-kisi yang diberikan. Bahkan bentuk soalnya pun sama.
"Lumayan ada. Kalau di buku TKA mah lumayan ada. Kayak masuk pelajarannya di komputer itu ada di buku TKA-nya," katanya.
Kenzie juga merasa senang karena dirinya dapat mengerjakan soal dengan lancar, meskipun awalnya ia sangat tegang menghadapi ujian TKA.
"Dari awal mulai, tegang takut enggak bisa jawab soal, tapi pas udah ngeliat soal ternyata dikasih kemudahan," ungkapnya.
Persiapan Siswa untuk TKA
Siswa-siswa tersebut kemudian bercerita bagaimana mereka menyiapkan ujian. Rata-rata, mereka belajar dari buku latihan soal dan bank soal yang disediakan Kemendikdasmen.
"Menurut aku sih persiapannya cuman kayak aku nyatet dan baca-baca aja. Sebenarnya kalau ketentuan aja sih, soalnya kan di rumah juga kita ngatur waktu, kondisinya, soalnya kalau belajar itu membaca kita harus fokus. Jadi nggak bisa asal-asalan gitu. Nanti juga kalau misalnya nggak fokus itu materinya nggak bakal masuk ke otak. Jadinya belajar aja sih, belajar terus ngingetin materi-materinya gitu aja sih," kata Saffa.
Selain itu, Saffa juga berusaha untuk mencatat dan merangkum materi. Harapannya, ia bisa mudah mengingat dan menghafal materi yang berpotensi keluar.
"Jadi caranya itu cuman kayak membaca, hapalin, dan jangan lupa materinya itu dirangkum sama merekanya," katanya.





