Palangka Raya (ANTARA) - Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Kalteng) mengerahkan sebanyak 7.000 personel gabungan untuk mengoptimalkan mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Kami telah melaksanakan apel gelar pasukan untuk memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana mitigasi karhutla," kata Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan di Palangka Raya, Senin.
Dia mengungkapkan, 7.000 personel tersebut merupakan personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Basarnas.
Personel gabungan diinstruksikan untuk melakukan patroli rutin di lokasi-lokasi rawan terjadi karhutla. Selain itu, pemantauan melalui jalur udara juga dimaksimalkan untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses.
Iwan juga meminta seluruh personel yang terlibat untuk segera melakukan penanganan apabila terdapat titik api. Hal itu dilakukan agar titik api tidak sempat merembet ke lahan lainnya yang dikhawatirkan dapat membahayakan nyawa masyarakat.
"Perkuat komunikasi antar personel, sehingga ketika mendapatkan informasi titik api, petugas segera bertindak," ujarnya.
Iwan juga mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pihaknya mengajak seluruh elemen, baik itu tokoh masyarakat, agama, pemuda, termasuk media massa, untuk ikut berperan dalam sosialisasi pencegahan karhutla.
Sementara itu Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menegaskan kesiapan pihaknya dalam mengoptimalkan mitigasi karhutla dengan mengutamakan upaya pencegahan sejak dini.
"Kami telah melaksanakan sinergi lintas sektor, baik dengan Polda, Kodam dan lainnya, untuk bersama-sama mencegah karhutla," terangnya.
Pemprov melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak salah satunya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau perkembangan kondisi alam, sehingga dapat menyesuaikan penetapan status daerah dalam mendukung kecepatan penanganan di lapangan.





