Reaksi PDIP soal Ucapan Jusuf Kalla, Guntur Romli: Jokowi Itu Memang Berkhianat
Tommy Kurniawan April 20, 2026 03:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM – Hubungan politik antara PDI Perjuangan dan mantan kadernya, Joko Widodo, kembali memanas menyusul pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla.

Politikus PDIP, Guntur Romli, menanggapi klaim Jusuf Kalla yang menyebut dirinya sebagai sosok penting di balik kesuksesan Jokowi hingga menjadi Presiden RI pada 2014.

Guntur menilai pernyataan tersebut justru mempertegas pandangan internal partai bahwa Jokowi telah melukai pihak-pihak yang berperan besar dalam perjalanan politiknya.

“PDI Perjuangan sudah tutup buku dengan Pak Jokowi, sudah dipecat. Tidak mau lagi membahas dan dikaitkan dengan Jokowi,” ujar Guntur, Minggu (19/4/2026).

Ia merujuk pada keputusan PDIP yang telah memecat Jokowi bersama putranya, Gibran Rakabuming Raka, serta menantunya, Bobby Nasution, pada 16 Desember 2024.

Sebut Banyak Tokoh Merasa Dikhianati

Lebih lanjut, Guntur menyebut pernyataan Jusuf Kalla menjadi semacam validasi atas kekecewaan sejumlah tokoh terhadap Jokowi.

Baca juga: Alasan BBM Naik, Menteri Bahlil Sentil Pengguna Pertamax Turbo: Orang Kaya

Baca juga: Daftar Libur, Cuti Bersama dan Long Weekend Bulan Mei 2026, Banyak Hari Libur

Ia membeberkan sejumlah nama yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam perjalanan politik Jokowi, mulai dari Ketua DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, hingga mantan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo.

Tak hanya dari internal PDIP, Guntur juga menyebut nama-nama di luar partai seperti Anies Baswedan dan Tom Lembong yang pernah menjadi bagian dari pemerintahan maupun tim sukses Jokowi.

“Nama-nama itu berkontribusi besar terhadap karier Jokowi. Tapi apa balasannya? Pengkhianatan dan menyakitkan,” kata Guntur.

Klaim Jusuf Kalla Soal Peran di Balik Jokowi

Sebelumnya, Jusuf Kalla memicu perdebatan publik setelah mengungkap perannya dalam mengangkat Jokowi ke panggung politik nasional.

Ia mengklaim sebagai pihak yang meyakinkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk mengusung Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Pilgub 2012.

“Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa dari Solo untuk jadi Gubernur,” kata Jusuf Kalla dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).

Menurut JK, tanpa posisinya sebagai gubernur, Jokowi tidak akan memiliki pijakan untuk maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2014.

Ia bahkan menegaskan bahwa Megawati kala itu tidak akan menyetujui pencalonan Jokowi sebagai capres jika dirinya tidak menjadi calon wakil presiden.

“Ibu Mega tidak mau teken kalau saya tidak wakilnya,” ujarnya.

Polemik Kian Memanas

Pernyataan JK tersebut memicu respons dari internal PDIP dan memperpanjang polemik yang melibatkan sejumlah tokoh politik nasional.

Situasi ini menunjukkan dinamika hubungan antara elite politik yang pernah berada dalam satu barisan, namun kini memiliki posisi dan kepentingan yang berbeda.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.