Mantan Karyawan Ngaku Gelapkan Uang Miliaran, Fuji An Naik Darah Tutup Pintu Damai
Hironimus Rama April 20, 2026 04:17 PM

Laporan Arie Puji Waluyo

TRIBUNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Kasus dugaan penggelapan dan penipuan uang miliaran rupiah yang menimpa selebgram Fujianti Utami Putri alias Fuji An kini memasuki babak baru.

Setelah berbulan-bulan bergulir, sang mantan karyawan yang berstatus sebagai terlapor dikabarkan telah mengakui perbuatannya di hadapan penyidik.

Menindaklanjuti perkembangan kasus tersebut, Fuji An mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan pada Senin (20/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Baca juga: Jangan Patah Hati, Verrell Bramasta Akui Soal Hubungannya dengan Fuji An, Ini Alasannya

Tampil mengenakan kaos putih yang dipadukan dengan kemeja kuning, Fuji tiba didampingi oleh kuasa hukumnya, Sandy Arifin.

Status Naik ke Penyidikan Kedatangan pihak Fuji ke Polres Metro Jakarta Selatan adalah untuk memenuhi panggilan penyidik sekaligus memastikan jalannya proses hukum yang telah dilaporkan sejak Januari 2026 lalu.

"Kami diinfokan katanya laporan Fuji sudah naik ke penyidikan, alhamdulillah sudah berjalan dengan lancar," ucap Sandy Arifin.

Menurut Sandy, seluruh saksi serta pihak terlapor telah menjalani pemeriksaan.

"Terlapor juga sudah diperiksa. Jadi kami hari ini mau mengonfirmasi apa yang sudah disampaikan dari terlapor. Apakah ada pengakuan, apakah ada iktikad baik untuk penyelesaian terhadap klien kami," jelasnya.

"Sementara itu dulu karena kami belum dapat informasi lebih lanjut. Tapi yang pasti, proses dari penyelidikan sudah naik ke penyidikan dan sudah diperiksa terlapornya," tambahnya.

Saat tiba di lokasi, Fuji tidak banyak berkomentar dan hanya meminta dukungan publik.

"Halo, kabar baik," kata Fuji An menyapa awak media. "Doain aja biar dapet keadilan," ujarnya.

Kelakuan Minus Eks Karyawan Bikin Fuji Naik Darah Mendengar kabar bahwa sang mantan karyawan telah mengakui perbuatannya, emosi Fuji An justru memuncak. Mantan kekasih Thariq Halilintar ini merasa sakit hati lantaran harga dirinya kerap dijelek-jelekkan oleh pelaku selama mereka bekerja sama.

"Masalahnya bukan soal uang doang perbuatannya dia sampai aku tuh udah kesal banget," kata Fuji An saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan.

Fuji membongkar siasat licik mantan pegawainya yang ternyata bersekongkol dengan karyawan lain untuk meraup keuntungan pribadi.

"Dia itu kerjasama lah sama pegawaiku yang lain yang sudah aku laporkan ke polisi lebih dulu. Soal pekerjaan itu semua dimanipulasi gitu, jadi uang brand buat endorse masuk ke mereka, aku sendiri gak dapet apa apa," ucapnya kesal.

Bukan hanya masalah uang, perilaku pelaku yang menjadikan privasi Fuji sebagai bahan candaan juga menjadi pemicu kemarahannya.

"Terus chat-chat aku tuh di capture dan disebarkan gitu buat bahan ketawanya dia," sambungnya.

Tingkah laku menyimpang lainnya juga turut dibeberkan oleh wanita berusia 23 tahun ini, termasuk penyalahgunaan barang berharga miliknya.

"Aku lagi di luar kota kamera punya aku disewain. Barang barang endorse dikasih ke pacarnya, banyak deh hal yang bikin aku tuh marah banget," ungkapnya.

Pesan Menohok untuk Keluarga Pelaku

Kecewa berat dengan pengkhianatan tersebut, Fuji memberikan pesan yang sangat menohok, secara khusus ditujukan kepada ibunda dari mantan karyawannya.

"Untuk keluarga dia, Bu anaknya dididik lagi ya Bu, anaknya kurang bersyukur Bu. Anaknya juga menyimpang dan melenceng nih Bu, tolong Bu diurus anaknya ya buat nggak jahatin orang lain," jelasnya.

Dengan kerugian materi dan imateri yang begitu besar, Fuji memastikan bahwa pintu damai telah tertutup rapat bagi sang mantan karyawan.

"Oh lanjut terus saya mah nggak mau stop, enak aja. Saya emang mau dia dihukum seadil-adilnya sih karena apa yang udah dia perlakuan sama aku tuh menurut aku udah kelewatan banget, bukan sekadar uang doang soalnya," ujar Fuji An.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.