Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo
TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Setelah penggusuran lapak di kawasan sempadan Pantai Ndao, para pedagang kaki lima (PKL) di Ende sempat kehilangan mata pencaharian.
Kini, mereka mencoba bangkit dengan menempati lokasi baru yang disediakan pemerintah daerah di area parkir Terminal Ndao.
Pantauan pada Senin (20/4/2026) pagi menunjukkan aktivitas mulai menggeliat.
Sejumlah pedagang tampak sudah membuka lapak, sementara lainnya masih sibuk membangun tempat usaha secara mandiri.
Baca juga: Kebakaran Rumah di Ende, Selain Korban Jiwa, Kerugian Material Capai Rp 100 Juta
Lapak-lapak sederhana berukuran sekitar 2x1 meter berdiri memanfaatkan material bekas bongkaran seperti kayu dan seng.
Meski kondisi jauh dari ideal dibandingkan lokasi sebelumnya, para pedagang tetap memilih berjualan demi menyambung hidup.
Mereka berharap lokasi baru ini bisa menjadi solusi sementara.
Sementara itu, Terminal Ndao yang sebelumnya tidak berfungsi kini mulai diaktifkan kembali.
Pemerintah melalui Dinas Perhubungan mengarahkan angkutan umum dari luar kota untuk masuk ke dalam terminal, sehingga kawasan tersebut perlahan terlihat lebih ramai.
Beberapa petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Ende juga terlihat berada di lokasi.
Namun, harapan akan ramainya pembeli belum sepenuhnya terwujud.
Sejumlah pedagang mengaku masih sepi pembeli pada hari pertama mereka berjualan.
“Baru hari ini kami mulai jualan. Masih sepi, tapi kami coba bertahan dulu di sini,” ujar Murdiana, salah seorang pedagang yang ditemui di lokasi.
Ia menjelaskan, lapak yang digunakan dibangun sendiri dengan memanfaatkan material sisa bangunan lama yang telah digusur.
Menurutnya, lokasi berjualan di dalam terminal kurang strategis karena pembeli hanya berasal dari penumpang yang turun di area tersebut.
“Tempatnya kurang strategis. Yang beli hanya orang yang turun di terminal,” ungkapnya.
Para pedagang berharap pemerintah segera menata kembali kawasan Pantai Ndao agar aktivitas ekonomi bisa kembali hidup seperti sebelumnya. (Bet)