SURYA.CO.ID, SURABAYA – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Jawa Timur (Jatim), menggelar simulasi pemberangkatan jemaah haji dari Asrama Haji Sukolilo menuju Bandara Juanda, Senin (20/4/2026).
Simulasi ini dilakukan, untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar, mulai dari pemeriksaan dokumen hingga jemaah masuk ke dalam pesawat.
PPIH Embarkasi Surabaya menargetkan seluruh tahapan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu 90 menit, atau sekitar 1,5 jam.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Asadul Anam, menjelaskan bahwa waktu 90 menit dinilai cukup untuk seluruh rangkaian pemeriksaan, termasuk barang bawaan, dokumen keimigrasian hingga distribusi kartu Nusuk.
"Rangkaian Mecca Route ini juga dibagikan kartu nusuk. Jadi kartu digital identitas resmi jemaah ini tak dibagikan di Arab Saudi seperti tahun lalu," terang Asadul Anam.
Target waktu ini menjadi krusial, karena berkaitan langsung dengan ketepatan jadwal penerbangan jemaah haji.
Dalam skema Mecca Route, proses keimigrasian Arab Saudi diselesaikan sejak di Indonesia, tepatnya di embarkasi.
Dengan sistem tersebut, jemaah tidak perlu lagi mengantre pemeriksaan dokumen saat tiba di Arab Saudi, sehingga proses kedatangan menjadi lebih cepat dan nyaman.
Selain itu, terdapat tambahan layanan berupa pembagian kartu Nusuk yang kini dilakukan sebelum keberangkatan.
PPIH juga telah menetapkan jadwal kloter pertama jemaah haji.
Simulasi ini, menjadi bagian penting untuk menguji kesiapan petugas serta memastikan koordinasi antarunit berjalan optimal.
PPIH Embarkasi Surabaya juga mengingatkan jemaah, agar mematuhi aturan barang bawaan, terutama terkait benda berbahaya dan obat-obatan tanpa rekomendasi dokter.
"Kami mengimbau jemaah untuk memperhatikan ketentuan barang bawaan, agar proses pemeriksaan berjalan lancar dan tidak menghambat jadwal keberangkatan," kata Anam.
Kepatuhan terhadap aturan tersebut, dinilai sangat berpengaruh terhadap kelancaran proses keamanan di bandara.