Email (surat elektronik) disebut lebih dulu diciptakan daripada internet. Email pertama 'cuma' dikirim dari komputer satu ke komputer di sebelahnya.
Artikel ini tayang di rubrik Usut Asal Majalah INTISARI edisi Februari 2017
---
Intisari hadir di whatsapp channel, follow dan dapatkan berita terbaru kami di sini
---
Intisari-Online.com -Saat ini, setiap hari sekitar 205 miliar email dikirimkan dari seluruh penjuru dunia. Bermacam-macam isinya, seperti surat pribadi, surat dinas, promosi, notifikasi, dll. Internetlah yang memungkinkan kita saling berkabar secara mudah dan murah. Namun di balik semua itu, tak disangka, e-mail sebenarnya tercipta lebih dahulu sebelum adanya internet.
Awalnya, e-mail merupakan pengaturan arsip yang memberikan pesan untuk pengguna lain saat mereka masuk (log in) ke dalam komputer yang sama. Latar belakangnya, di dalam sebuah jaringan dibutuhkan solusi untuk mengirimkan surat dari satu komputer ke komputer lain. Untuk itu diperlukan sistem pengiriman dan cara untuk mengindikasikan alamat pengiriman.
Sistem itulah yang akhirnya ditemukan Ray Tomlinson asal Amerika Serikat yang mengirimkan e-mail pada 1971 dengan menggunakan simbol “@” dari keyboard. Ray saat itu bekerja untuk perusahaan teknologi Bolt Beranek and Newman sebagai kontraktor The Advanced Research Projects Agency Network (ARPANET).
E-mail pertama itu berupa pesan uji coba dengan tulisan “QWERTYUIOP” ke dirinya sendiri. Tak jauh-jauh, dikirim dari sebuah komputer ke komputer di sebelahnya di Cambridge, Massachusetts, melalui jaringan ARPANET. Jaringan inilah yang pada akhirnya berkembang menjadi internet.
Pada 1974 ratusan pengguna e-mail sudah bermunculan dengan latar belakang militer. Baru pada 1975 muncul pengguna komersial, pengaturan arsip, serta ditambah penemuan perangkat lunak untuk mengorganisir e-mail yang dibuat oleh programmer bernama John Vittal. Saat ini e-mail memanfaatkan jaringan internet melalui World Wide Web dengan pengguna sekitar 4,3 miliar.
Sejarah internet
Hadirnya internet (interconnected network) membuat penyebaran pengetahuan dan informasi berjalan secara ekstrem, karena tidak lagi mengenal batasan. Tak hanya sebagai sarana penyebaran pengetahuan dan informasi, internet membuat orang dari belahan bumi yang berbeda dapat berkomunikasi tanpa batas.
Semakin hari, penggunanya semakin bertambah dan perkembangan internet yang berkaitan dengan kecepatan maupun akses juga tidak pernah berhenti.
Sebagai disinggung di awal, internet awalnya dari ARPAnet. Pada 1960-an, Perang Dingin membuat Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) khawatir akan terjadinya perang nuklir.
Kekhawatiran itu mendorong dimulainya penelitian untuk menghubungkan komputer-komputer departemen pertahanan dalam satu instalasi, yang diharapkan dapat saling berkomunikasi dan bertahan jika perang benar-benar terjadi. Pada Oktober 1962, dimulailah program riset komputer di ARPA (Advanced Research Projects Agency), yang diketuai oleh Joseph Licklider.
ARPA dibentuk oleh AS pada 1958, yang berisi para peneliti dan teknisi dari universitas serta laboratorium, untuk menyaingi Uni Soviet yang lebih maju di bidang satelit. Pada 1969, ARPA berhasil membuat sebuah jaringan komputer yang diberi nama ARPANet (Advanced Research Projects Agency Network).
ARPANet inilah cikal bakal internet modern. Dengan ARPANet, para peneliti dari seluruh belahan AS bisa berkomunikasi dan mengakses data-data yang mereka perlukan dari komputer server yang telah disediakan.
Pada 1971, berbagai lembaga telah terhubung ke internet dan perkembangannya pun semakin luas.
Pada 1 Januari 1983, ARPANet menukar protokol rangkaian pusatnya dari NCP (Network Control Protocol) ke TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). Penerapan TCP/IP tersebut menjadi peristiwa bersejarah yang menjadi awal dari internet yang dikenal saat ini.
Sejak saat itulah, istilah internet mulai banyak digunakan, meski istilah itu sebenarnya telah dikenalkan oleh Vinton G Cerf dan Bob Kahn pada 1973. Memasuki 1986, internet mulai digunakan secara terbuka untuk umum.
Pada 1989, ARPANet telah memiliki 100.000 server yang saling berhubungan, seiring dengan dikenalkannya sebuah protokol, yakni Hypertext Transfer Protocol atau disingkat HTTP. Tonggak lain dari berkembangnya internet adalah penemuan konsep world wide web (www) oleh Tim Barners Lee pada 1989 dan banyak digunakan pada 1991.
Pada 1990, ARPANet dibubarkan, tetapi internet terus berkembang hingga sekarang. Tahun 1993 merupakan momentum di mana internet mulai dikenal banyak kalangan masyarakat, ditandai dengan kemunculan puluhan website.
Sekitar 1994, internet mulai digunakan di Indonesia.