Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Spanduk bertuliskan larangan tuyul beraksi di lingkungan Kampung Kebon Kembang, sudah dicopot sesuai kesepakatan warga, Cipedes, Kota Tasikmalaya, Senin (20/4/2026).
Selain kesepakatan warga, pencopotan spanduk ini juga sudah diintruksikan oleh Pemerintah Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya.
Alhasil, spanduk tersebut sudah tidak nampak di depan gang menuju Kampung Kebon Kembang, Kelurahan Cipedes.
"Semalam ada rapat pembagian beras, pak Lurah menelepon meminta agar spanduk segera dibuka. Makanya hari ini sudah tidak terpasang spanduknya," ungkap Bu RT 05/05 Teni dikonfirmasi TribunPriangan.com.
Pencopotan spanduk juga tidak ada pro kontra, tapi sesuai kesepakatan bersama dengan unsur pemerintah dan warga.
Baca juga: Tuyul Dilarang Beraksi, Spanduk Warga Cipedes Tasikmalaya yang Bingung Kehilangan Uang
"Warga nggak masalah, kalau yang pro dan kontra ada. Karena, kita sebagai pengurus hanya mengakomodasi keinginan masyarakat. Bahkan sekarang sudah nggak ada yang hilang uang lagi," jelasnya.
Sementara itu, Camat Cipedes, Kota Tasikmalaya Cecep Ridwan mengaku, pihaknya sempat menggali informasi karena sebelumnya terjadi di wilayah Nagarasari.
"Memang ada beberapa warga di sana yang pernah kehilangan uang hingga barang berharga. Dan kemarin, pihak kecamatan membujuk warga dan pengurus setempat untuk menurunkan spanduk yang terpasang di sana. Alhamdulillah, mereka bersedia menurunkan," kata Cecep.
Cecep menegaskan, penurunan spanduk ini supaya tidak ada konflik di lingkungan dengan warga lain hanya karena fenomena tuyul.
"Mudah-mudahan setelah ini, kami berharap masyarakat kami bisa lebih tenang, tidak ada lagi yang kehilangan uang," katanya.
Pihaknya juga mengusulkan untuk melakukan transaksi menggunakan cash less untuk meminimalisir hal-hal yang tak diinginkan.
"Kami juga usulkan supaya setiap transaksi menggunakan cash less, untuk sementara transaksi secara tunai di tunda dulu. Kan ari tuyul mah moal tiasa nyandak artos digital (kan kalau tuyul tidak bisa mengambil uang digital)," ungkap Cecep. (*)