Elpiji Non Subsidi Naik, UMKM di Kandangan HSS Mantap Gunakan Tabung 3 Kg
Hari Widodo April 20, 2026 09:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Kenaikan Elpiji non-subsidi 5,5 dan 12 Kg sejak 18 April 2026 tadi membuat pelaku UMKM di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) semakin mantap menggunakan yang subsidi 3 kg.

Pasalnya dengan kenaikan tersebut, semakin memberatkan biaya produksi usaha yang mereka jalankan.

Pemilik jajanan Wadai Iwak, Fikri mengakui, kenaikan elpiji non subsidi akan lebih memberatkan untuk biaya produksi.

“Untungnya dari awal sudah memakai gas elpiji 3 Kg saja, mengingat kebutuhan produksi masih mencukupi untuk perharinya,” katanya, Senin (20/4/2026).

Baca juga: UMKM di Banjarmasin Terdampak Kenaikan Harga Elpiji Non Subsidi, Ini Strategi yang Dilakukan

Iamembandingkan, selain kerepotan membawa tabung LPG besar karena berjualan di area lapangan, penggunaan LPG 3 kg sudah mencukupi dalam selama satu sampai dua minggu.

“Saya biasanya buka di Kampung Kuliner Kandangan, setiap minggu hanya tiga hari saja jadi penggunaan LPG 3 Kg sudah tercukupi. Kalau yang besar selain sudah mahal juga cukup repot membawa,” ungkapnya.

Hal serupa diutarakan, Ibu Mado pedagang gorengan di Kandangan.

Sampai saat ini, ia tetap menggunakan LPG 3 kg setiap kali berjualan.

“Selain mudah juga kayaknya lebih hemat saja, apalagi pedagang eceran LPG 3 kg,” ungkapnya.

Baca juga: Daftar Harga Baru LPG yang Resmi Naik Susul BBM Per April 2026, Cek Gas Melon Hingga Pink di Kalsel

Dirinya mengakui, ketersediaan LPG 3 kg di Kandangan sampai saat ini masih tersedia atau mudahan di cari di kalangan pengecer.

“Masih banyak di warung-warung yang menjual gas melon ini, makanya bertahan,” ungkapnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Adiyat Ikhsan)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.