Jembatan Cangar Mojokerto Dipenuhi Sesajen, Aktivitas Warga Picu Kekhawatiran
Ndaru Wijayanto April 20, 2026 10:14 PM

 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Fenomena tak biasa terjadi di Jembatan Cangar, jalur alternatif Mojokerto–Batu. Lokasi ini mendadak viral setelah banyak pengunjung datang dan meletakkan berbagai benda seperti rokok, bunga, jajanan, hingga kopi di atas jembatan.

Aksi tersebut dilakukan tepat di atas Tempat Kejadian Perkara (TKP) pria asal Trowulan, Kabupaten Mojokerto yang ditemukan meninggal dunia di dasar Jembatan Cangar, pada Selasa 31 Maret 2026 lalu.

Fenomena ini muncul secara spontan, sebagai bentuk keprihatinan masyarakat terkait peristiwa yang dialami korban.

Namun pengunjung perlu memperhatikan akan keselamatan dan menjaga kelestarian alam, lantaran Jembatan Cangar berada di kawasan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo.

Kepala UPT Tahura R Soerjo, Agustiningtyas mengatakan fenomena di Jembatan Cangar yang terletak di perbatasan Mojokerto dan Batu ini menarik perhatian karena banyak orang meninggalkan rokok, kopi dan lainnya. 

Pihak Tahura menganggap ini sebagai kearifan lokal, tetapi tetap membersihkan area jembatan.

"Kejadian tersebut berada di Jembatan Cangar masuk wilayah Batu. Begitu masyarakat menaruh itu, ya kami bersihkan," ujar Agustiningtyas melalui sambungan seluler, Senin (20/4/2026).

Baca juga: Tebing di Jalan Raya Pacet-Cangar Longsor, Jalan Alternatif Mojokerto-Kota Batu Ditutup

Menurut Agustiningtyas, Jembatan Cangar merupakan fasilitas penghubung lalu lintas jalan provinsi yang seharusnya tidak digunakan untuk aktivitas seperti swafoto maupun lainnya.

Masyarakat diimbau menggunakan jembatan hanya untuk lalu lintas kendaraan. Pengunjung dapat memanfaatkan tempat istirahat yang tersedia di sepanjang jalur atau tempat wisata.

"Akan sangat bijak ketika kemudian masyarakat memanfaatkan jembatan itu, murni hanya sebagai tempat sarana lalu lintas tidak untuk tempat selfie, nongkrong dan lainnya," bebernya.

Ia mengungkapkan, banyak spot istirahat yang patut dikunjungi ketika melewati jalur Cangar-Pacet  di sepanjang kawasan Tahura R Soerjo. 

"Ketika harus istirahat melewati jalur ini, ada Watu Ondo, Watu Lumpang dan sebagainya. Kalau jembatan, hanya digunakan lalu lintas bahaya jika digunakan untuk tempat Nongkrong dan yang dikhawatirkan juga membuang sampah bukan pada tempatnya," jelasnya.

Agustiningtyas menambahkan, edukasi diperlukan agar masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga keselamatan bersama dan kebersihan kawasan hutan lindung.

"Kita menekankan lebih ke faktor Safety, mengutamakan keselamatan masyarakat," pungkasnya.

Kasi Dalops UPT P3 LLAJ Mojokerto Dinas Perhubungan Jatim, Akhmad Yazid menjelaskan seharusnya area Jembatan Cangar steril dari aktivitas Selfi. Papan larangan juga telah terpampang di area jembatan.

"Pada intinya setiap pengendara dilarang berhenti dan berfoto di jembatan, dan larangan itu sudah berlaku sebelum adanya kejadian tersebut," tegasnya.

Yazid menambahkan, pihaknya akan mengintensifkan patroli bersama Tahura sebagai antisipasi banyaknya pengunjung yang mengunjungi jembatan Cangar.

Terlebih, mobil akan kesulitan saat berpapasan jika ada kendaraan yang di parkir di area jembatan.

"Kami antisipasi agar tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan," tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.