Penyebab Alberto Layangkan Tendangan Kungfu ke Pemain Dewa United
Torik Aqua April 20, 2026 10:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Penyebab Fadly Alberto Hengga melayangkan tendangan kungfu ke arah pemain Dewa United.

Alberto disebut terpancing oleh provokasi dan ucapan bernada rasis.

Manajer Bhayangkara U20, Yongki Pandu Pamungkas mengatakan jika pemain asal Papua Barat itu terpancing hingga melakukan tendangan.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (19/4/2026) sore di Stadion Citarum, Semarang, saat Bhayangkara U20 menghadapi Dewa United U20 dalam laga Elite Pro Academy (EPA) Super League U20.

Baca juga: Aksi Tendangan Kungfu Jebolan Timnas U-17 Indonesia Fadly Alberto Viral, Pelatih Kecewa

Fadly Alberto melakukan tendangan kungfu ke arah pemain cadangan Dewa United, yang langsung memicu keributan massal antar kedua tim.

Menurut Yongki, pertandingan berjalan normal hingga menit ke-81 ketika Bhayangkara kebobolan gol yang dianggap offside.

Situasi memanas karena protes terhadap wasit, hingga akhirnya terjadi adu mulut antar pemain.

Pemain Dewa United diduga memukul pemain Bhayangkara, kemudian ada provokasi dan tendangan dari pihak lawan sebelum Fadly bereaksi.

Meski begitu, Yongki menegaskan bahwa pihak klub tidak membenarkan tindakan Fadly, namun menjelaskan latar belakang emosional yang memicu aksi tersebut.

"Pada prinsipnya kami tidak membenarkan apa yang dilakukan pemain kami. Itu tindakan yang tidak baik, apalagi di level usia muda," ujar Yongki, dikutip dari Tribun Jateng, Senin (20/4/2026).

"Di situ ada provokasi. Pemain kami terpancing emosi, apalagi situasi pertandingan sedang panas karena kami tertinggal," sambungnya.

Lebih lanjut, Yongki mengungkap pengakuan langsung dari Fadly Alberto soal insiden tendangan kungfu tersebut.

"Dari pengakuan yang bersangkutan, dia merasa ada ucapan yang bersifat rasis terhadap dirinya. Itu yang membuat emosinya terpancing," kata Yongki.

Kemudian, Yongki juga meminta semua pihak tidak hanya menyalahkan timnya dan para pemainnya saja.

Ia menilai video yang beredar adalah sebuah potongan dan tidak bisa dijadikan gambaran tentang apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.

"Yang beredar di media sosial hanya potongan akhir, padahal ada rangkaian kejadian sebelumnya yang tidak terlihat," katanya.

"Kami akan sampaikan secara lengkap agar penanganannya bisa adil dan menyeluruh," tutupnya.

Sementara itu, pelatih Timnas U20 Indonesia, Nova Arianto, tetap tegas menyikapi insiden tersebut.

Nova menyatakan sangat kecewa dan langsung mengambil keputusan tegas terhadap Fadly yang sebelumnya masuk dalam skuad 28 pemain Timnas U20 untuk persiapan Piala AFF U19 2026.

"Pastinya saya sangat kecewa dengan apa yang dilakukan Berto karena apa pun alasannya tindakan itu tidak bisa dibenarkan, apalagi status Berto adalah pemain Timnas U17 yang seharusnya memberikan contoh kepada pemain lainnya," kata Nova Arianto saat dihubungi Tribunnews, Senin (20/4/2026).

Nova menambahkan bahwa konsekuensi atas perbuatan Fadly masih dibahas internal coaching staff.

Meski ia ingin mendengar penjelasan langsung dari pemain yang akrab disapa Berto itu, keputusan sudah diambil.

"Saya masih mau mendengar dari Berto-nya langsung, tetapi memang kami putuskan untuk tidak memanggil Berto untuk persiapan AFF U19 2026," tegasnya.

Akibat insiden ini, Fadly Alberto resmi dicoret dari persiapan Piala AFF U19 2026 yang akan digelar Juni mendatang di Sumatera Utara.

Selain itu, sponsor pribadinya, Specs Indonesia, juga telah menghentikan kerja sama sebagai brand ambassador.

Insiden ini menjadi sorotan panas tentang pentingnya pengendalian emosi, apalagi sang pemain masih muda dan berlabel Timnas.

Pelatih kecewa

Pemain jebolan Timnas U-17 Indonesia, Fadly Alberto Hengga melakukan aksi tak terpuji ke pemain Dewa United U-20.

Fadly terekam kamera melakukan tendangan kungfu saat dirinya berseragam Bhayangkara U-20.

Insiden ini terjadi saat kompetisi EPA (Elite Pro Academy) Super League berlangsung di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (19/4/2026).

Atas aksinya itu, Fadly bisa terancam hukuman seumur hidup berupa larangan beraktivitas di sepak bola.

Pada momen itu, pertandingan berakhir kemenangan Dewa United U-20 dengan skor 2-1 atas Bhayangkara FC U-20.

Seusai laga, terdapat situasi panas di pinggir lapangan yang melibatkan pemain dari kedua tim.

Baca juga: AFF U-17 2026: Timnas Indonesia Gagal Lolos ke Semifinal Meski Imbang Lawan Vietnam

Komdis PSSI Pernah Keluarkan Hukuman Pelaku Tendangan Kungfu

Sebelumnya, Komdis PSSI Jateng pernah mengeluarkan hukuman serupa bagi pelaku tendangan kungfu di laga sepak bola.

Hal ini diterima oleh Kiper PSIR, Raihan Al Fariq yang melakukan tendangan kungfu ke arah dada kepada pemain Persikaba Blora, Rizal Dimas Agesta dalam Liga 4 Jawa Tengah, Januari 2026 lalu.

“Agenda sidang fokus pada tindakan tidak sewajarnya yang dilakukan penjaga gawang PSIR Rembang nomor punggung 77, atas nama Raihan Alfariq,” ujar Ketua Komdis PSSI, Samuel Evan Haryono dikutip dari Tribun Banyumas.

“Hasil sidang menyatakan secara bulat, tanpa dissetting opinion, kami menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup serta denda sebesar Rp5 juta kepada yang bersangkutan."

“Komite Disiplin menilai tindakan itu merupakan unsur kesengajaan," tambahnya.

Insiden Fadly Alberto Hengga juga berlokasi di Jawa Tengah dan bisa sangat mungkin bahwa hukuman serupa diterapkan.

Belum ada pernyataan resmi dari PSSI maupun Bhayangkara FC sebagai klub yang menaunginya sejauh ini.

Baca juga: Pascal Struijk Calon Potensial Naturalisasi Indonesia, Ikut Dibidik Media Masuk Timnas Belanda

Respons Nova Arianto

Di sisi lain, pelatih timnas U-20 Indonesia, Nova Arianto, kaget melihat aksi tidak terpuji oleh salah satu pemainnya yakni Fadly Alberto.

Pemain asal Timika, Papua Barat, itu melakukan tendangan kungfu ke salah satu lawannya dalam pertandingan Elite Pro Academy (EPA) U-20 2025/2026.

Nova Arianto yang merupakan pelatih Fadly Alberto tidak habis berpikir dengan kelakukan anak asuhnya.

Nova Arianto sangat kecewa.

"Pastinya saya sangat kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Fadly Alberto," kata Nova Arianto, Senin (20/4/2026), dikutip dari BolaSport.com.

Seharusnya kata Nova Arianto, Fadly Alberto bisa lebih bersabar.

Emosi dalam pertandingan itu wajar, namun jangan sampai keterlaluan. 

"Apapun alasannya tindakan itu tidak bisa dibenarkan. Apalagi status Alberto Goncalves adalah pemain timnas U-17 Indonesia. Seharusnya dia bisa memberikan contoh kepada pemain lainnya," kata Nova Arianto.

Nova Arianto mengakui belum berdiskusi dengan Fadly Alberto.

Ia berencana untuk menghubungi anak asuhnya tersebut pada siang ini.

Nova Arianto akan menanyakan kondisi apa yang sebenarnya terjadi, sehingga nantinya akan ada keputusan untuk sanksi yang diberikan kepada pemain berposisi penyerang sayap tersebut.

Nova Arianto memastikan Fadly Alberto belum dicoret dari timnas U-20 Indonesia. 

"Pastinya ada konsekuensi dengan apa yang dilakukan oleh Fadly Alberto. Ini sedang dalam pembahasan kami di staf pelatih timnas U-20 Indonesia," tutup Nova Arianto.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.