Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Menyambut Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April, Klaten Biennale bertajuk “Tak Gendong” digelar di Ruang Publik Lima Benua, Dukuh Geritan, Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Senin (20/4/2026).
Pameran seni kontemporer ini digagas oleh Temanku Lima Benua, yang akrab disapa Liben (24), seorang seniman perempuan asal Kabupaten Klaten.
Liben menjelaskan, ajang dua tahunan ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Kartini sekaligus Hari Bumi yang jatuh pada 22 April. Pameran ini mengusung konsep environmental art (seni lingkungan) dengan tema utama “Tak Gendong: The Power of Women”.
Tema tersebut menyoroti kesadaran ekologis, pengelolaan limbah, serta pemaknaan nilai sosial di tengah berbagai krisis yang dihadapi saat ini.
“Biennale Klaten ini pertama untuk memperingati Hari Kartini dan Hari Bumi. ‘Tak gendong’ itu menggambarkan kondisi saat ini, di mana kita mengalami krisis energi, finansial, hingga pangan,” ujarnya.
Baca juga: Kartini 2026 di Klaten: Limbah Perca Disulap Jadi Busana, Dorong Tren Sustainable Fashion
“Sebuah krisis harus digendong bersama-sama. Termasuk krisis lingkungan, itu harus kita tanggung bersama,” imbuhnya.
Liben mengungkapkan, perempuan menjadi kelompok yang paling terdampak dalam situasi krisis. Oleh karena itu, banyak karya yang ditampilkan merupakan hasil karya seniman perempuan.
“Di sini banyak karya seniman perempuan. Selain itu, ada juga ibu-ibu bank sampah yang rutin berkarya setiap bulan di Ruang Publik Lima Benua,” jelasnya.
Ia menambahkan, Biennale ini tidak hanya menjadi ruang pamer, tetapi juga wadah penelitian, kajian, dialog, dan simposium untuk mendorong perkembangan seni kontemporer di Klaten.
Beragam karya seni dipamerkan dalam acara ini, dengan proses persiapan yang telah dimulai sejak Hari Kebudayaan Nasional pada 17 Oktober 2025.
Selain pameran, kegiatan juga dimeriahkan dengan pertunjukan tari modern, tari tradisional gedruk, serta lomba mewarnai.
Acara ini dibuka untuk umum selama dua hari.
Baca juga: Bupati Hamenang Kukuhkan Komunitas Sedulur Ambulans Klaten, Siap Perkuat Layanan Kedaruratan Warga
Pembukaan turut dihadiri perwakilan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, yakni Staf Khusus Menteri Bidang Media Komunikasi Publik, Muhammad Asrian Mirza.
Hadir pula jajaran Pemerintah Kabupaten Klaten, di antaranya Plt Kepala Disbudporapar Klaten Purwanto dan Kalak BPBD Klaten Syahruna.
Asrian menilai kegiatan ini sebagai bentuk kreativitas luar biasa dari para seniman daerah.
“Luar biasa. Ini contoh para seniman daerah yang mampu menunjukkan kemampuannya. Kegiatan seperti ini harus didukung,” pungkasnya.
(*)