Harga BBM Nonsubsidi Melonjak, Warga Kalsel Mulai Beralih dari Turbo ke Pertamax, dari Dex ke Solar
Hari Widodo April 20, 2026 10:50 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kenaikan tajam harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai terasa dampaknya di Kalimantan Selatan.

Sejak penyesuaian harga per 18 April 2026, sejumlah pengguna BBM beroktan tinggi dan solar nonsubsidi mulai mengubah pola konsumsi mereka.

Pantauan di sejumlah SPBU di Banjarmasin, antrean kendaraan masih terlihat normal. Namun, terjadi pergeseran jenis BBM yang dibeli masyarakat.

Salah satu pengendara mobil, Andi (34), mengaku kini tidak lagi menggunakan Pertamax Turbo karena lonjakan harga yang cukup signifikan.

“Biasanya pakai Turbo, tapi sekarang sudah nggak kuat. Selisihnya jauh banget, jadi turun ke Pertamax saja,” ujarnya saat ditemui di SPBU Sabilal Muhtadin, Senin (20/4/2026).

Baca juga: Harga Pertamax Series dan Dex Series Turun, di Kalsel Tetap Lebih Mahal dari Kalteng dan Kaltim

Hal serupa juga disampaikan Rahmat (41), sopir travel antarkota. Ia mengaku sebelumnya menggunakan Dexlite, namun kini beralih ke Biosolar karena pertimbangan biaya operasional.

“Kalau tetap pakai Dexlite, biaya jalan jadi berat. Sekarang mau nggak mau pakai solar subsidi, selama masih bisa,” katanya.

Peralihan ini secara tidak langsung mulai meningkatkan tekanan pada konsumsi BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar. Beberapa pengendara bahkan mengaku harus menyesuaikan waktu pengisian agar tidak antre terlalu lama.

Meski demikian, sejauh ini belum terlihat lonjakan antrean ekstrem di SPBU. Namun potensi peningkatan konsumsi dinilai cukup besar jika tren peralihan terus berlanjut.

Di sisi lain, sistem pembelian BBM subsidi dengan barcode MyPertamina masih diterapkan di sejumlah SPBU untuk mengontrol distribusi.

Isan, staff di SPBU Adhyaksa mengatakan, penggunaan barcode cukup membantu membatasi pembelian berlebih.

“Masih pakai barcode untuk kendaraan dan mobil. Jadi nggak semua bebas isi, ada batasannya,” ujarnya.

Dampak lain juga terlihat di tingkat pengecer BBM eceran. Di beberapa kawasan pinggiran kota, penjualan Pertalite dalam botol mulai meningkat.

Baca juga: BBM Non Subsidi Naik, Harga Pertamax di Pengecer Tapin Tembus Rp16 Ribu per Botol 

Seorang pengecer di kawasan Banjarmasin Timur, Yamani (44) mengaku pembeli sedikit bertambah sejak harga BBM nonsubsidi naik.

“Lumayan ada peningkatan, apalagi yang butuh cepat. Tapi stok juga kadang terbatas,” katanya.

Harga eceran pun ikut menyesuaikan, meski tidak terlalu signifikan.

(Banjarmasinpost.co.id/rifki soelaiman)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.