Cerita Warga di Area Rawan Banjir Ciomas Bogor, Tiap Tahun Terendam, Waswas Saat Langit Gelap
khairunnisa April 20, 2026 11:08 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kampung Bubulak Darussalam merupakan salah satu kawasan rawan banjir di Desa Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.

Kawasan itu khususnya di wilayah RT 03/09 setelah ke sekian kalinya, kembali terendam banjir pada Minggu (19/4/2026) kemarin malam.

Pantauan TribunnewsBogor.com, Senin (20/4/2026), bekas banjir itu kini menyisakan pemukiman yang dikepung rumput dan sampah yang terbawa banjir.

Jalan kampung berlumpur hingga sampah-sampah berserakan di sekeliling kampung.

Hal itu pun sudah sering dialami warga hampir tiap tahun yang mana banjir ini berasal dari luapan Sungai Ciapus.

"Udah lama, dari dulu udah sering banjir," kata Pak Ode, salah satu warga sekitar kepada TribunnewsBogor.com, Senin.

"RT 01, 02, 03 kena (banjir), cuman yang paling banyak rumah kena RT 03," katanya.

Lokasi tempat warga mengungsi saat banjir ini, kebetulan tidak terlalu jauh dari kawasan pemukiman rawan terendam banjir.

Dia menjelaskan bahwa banjir terakhir pada Minggu (19/4/2026) malam terjadi selepas Maghrib.

Petang itu, hujan deras sudah mengguyur dan warga sudah waspada.

"Jadi mulai hujan itu, maghrib itu hujan deras banget, jadi waktu menjelang isya (pukul 19.00 WIB) sungai udah meluber, cepat melubernya," katanya.

Hujan deras di malam tersebut diduga tidak hanya mengguyur wilayah setempat, tapi juga wilayah lain di kawasan hulu Sungai Ciapus.

"Makanya di sini warga juga kaget, tiba-tiba air naik," ujar Ode.

"Sampahnya juga kan, kiriman semua itu, dulu bahkan ada satu pohon bambu," imbuhnya.

Baca juga: Penampakan Kampung Langganan Banjir di Ciomas Bogor, Dikepung Sampah dan Lumpur

Karena sudah berkali-kali, kata dia, barang-barang di dalam rumah ditempatkan ke yang lebih tinggi.

Namun tetap saja, kerugian material tetap ada apalagi jika banjirnya tinggi.

Warga lain, Olan, mengatakan bahwa seringnya banjir di kampungnya sekarang tidak separah dulu.

Dulu banjir di kampung tersebut hanya beberapa tahun sekali.

Namun sekarang setiap tahun banjir, bahkan lebih dari sekali dalam setahun.

"Dulu mah banjir lima tahun sekali, tiap bulan Mulud, sekarang dalam setahun kedang tiga kali, empat kali," kata Olan.

"Lihat cuaca langit udah gelap, pasti udah khawatir warga sini mah," imbuhnya.

Setiap kali cuaca hujan deras, warga sudah terbiasa langsung waspada.

Seperti memindahkan barang-barang di dalam rumah ke tempat yang lebih tinggi.

Lalu warga pergi ke area dataran tinggi di pinggir pemukiman.

"Sekarang mah udah bener-bener siap lah kalau hujan gede, waspada," kata Olan.

Untuk mencegah banjir, kata Olan, pemerintah sudah membangun tanggul di pinggir Sungai Ciapus.

Namun pembangunan tanggul tersebut belum tuntas, sehingga ketika sungai meluap, air masih mudah masuk menggenang pemukiman.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.