Getaran Misterius di Desa Cipanas Cirebon Ternyata Hanya Terekam 1 Sensor, Ini Kata BMKG
Mutiara Suci Erlanti April 21, 2026 07:11 AM

 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto


TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON- Terungkap! Getaran misterius yang sempat membuat panik warga Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, ternyata hanya terekam oleh satu sensor milik Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). 


Meski begitu, hingga kini sumber getaran tersebut masih belum bisa dipastikan.


Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemantauan, getaran terjadi pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 11.22 WIB.


“Pada waktu tersebut, sensor BMKG di Pasawahan, Kuningan (PKJM) mencatat adanya getaran. Namun sinyal yang terekam sangat kecil dan tidak terdeteksi oleh tiga sensor lainnya,” ujar Teguh saat dimintai keterangan, Senin (20/4/2026).

Baca juga: Pidato Singkat Peringatan Hari Kartini 21 April 2026, Inspiratif dan Penuh Makna


Ia menjelaskan, dari rekaman gelombang P dan S pada sensor tersebut ditemukan selisih waktu sekitar tiga detik yang menjadi petunjuk awal lokasi sumber getaran.


“Berdasarkan data tersebut, diperkirakan sumber getaran berada pada jarak kurang lebih 10 kilometer dari lokasi sensor,” ucapnya.


Namun demikian, keterbatasan data membuat BMKG belum bisa menarik kesimpulan pasti.


Pasalnya, dari empat sensor yang tersebar di wilayah sekitar Cirebon, yakni di Jatiwangi (Majalengka), Pasawahan (Kuningan), Astanajapura dan Pabuaran, hanya satu sensor yang merekam kejadian tersebut.


“Karena hanya satu sensor yang mencatat, sistem belum bisa melakukan pemrosesan analisis secara menyeluruh,” jelas dia.


Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan apakah getaran tersebut merupakan aktivitas gempa lokal atau berasal dari sumber lain.


“Kami belum dapat memastikan apakah getaran ini merupakan aktivitas seismik lokal atau berasal dari sumber lain seperti aktivitas geotermal maupun gunung api,” katanya.


BMKG pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya.

Baca juga: Teka-teki Getaran Misterius yang Guncang Dukupuntang Cirebon, Plafon Rumah Ambruk, Kusen Copot


“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan hanya mengandalkan informasi resmi dari BMKG melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi,” ujarnya.


Sementara itu, fenomena getaran misterius ini masih menjadi perhatian warga.


Tidak hanya menimbulkan kepanikan, getaran juga menyebabkan kerusakan di sejumlah rumah.


Dari video yang beredar, terlihat kondisi rumah warga berantakan.


Lantai dipenuhi serpihan plafon dan tembok, sementara kusen jendela tampak copot dan tergeletak.


Dalam rekaman berdurasi 18 detik tersebut, terlihat retakan memanjang pada dinding, terutama di sekitar ventilasi udara. 


Serpihan material juga berserakan di berbagai sudut ruangan, termasuk di dekat lemari dan kolong tempat tidur.


Saat kamera bergerak ke ruang tamu, bagian kusen pintu terlihat terlepas, memperkuat dugaan adanya guncangan cukup kuat.


Perangkat Desa Cipanas, Toyib membenarkan bahwa getaran terjadi lebih dari sekali dalam waktu berdekatan.


“Pada hari ini terjadi dua kali getaran, masing-masing pukul 11.18 WIB dan 11.21 WIB. Bahkan terasa lebih besar dibandingkan hari sebelumnya,” ujarnya.


Ia menyebutkan, getaran paling terasa di tiga wilayah, yakni Blok Beledug, Blok Karang Anyar, dan Blok Tari Kolot.

Baca juga: 20 Tema Sambut Hari Kartini 21 April 2026 Kekinian dan Edukatif Buat Acara OSIS Sekolah


Fenomena ini sendiri sudah mulai dirasakan warga sejak Sabtu (18/4/2026), meski dengan intensitas lebih kecil.


Menariknya, getaran tidak dirasakan secara merata di seluruh wilayah desa, sehingga menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat.


Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini meninggalkan rasa cemas yang mendalam bagi warga.


Hingga kini, mereka masih menunggu kepastian penyebab getaran misterius tersebut agar tidak terus dihantui kekhawatiran akan kemungkinan guncangan susulan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.