Penumpang Kapal Terjatuh di Laut Selat Bali, Sempat Bersandar di Railing Karena Pusing
Putu Dewi Adi Damayanthi April 21, 2026 08:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Seorang penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) di Selat Bali atau lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk ditemukan terombang-ambing, Senin 20 April 2026. 

Adalah Arfianto (34) yang terjatuh dari kapal saat bersandar di railing karena merasa pusing. Ia berhasil diselamatkan oleh kru kapal yang kebetulan melintas. 

Menurut informasi yang diperoleh Tribun Bali, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WITA. 

Bermula dari  KMP Samudera Utama yang ditumpangi korban bertolak dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang. 

Baca juga: KMP Prathita IV Sandar Pertama Usai Nyepi, Pelabuhan Gilimanuk Ditutup Sehari

Tak disangka, korban asal Lumajang, Jawa Timur tersebut justru jatuh ke laut. 

Pada waktu yang hampir bersamaan, kapal lain yakni KMP Trisna Dwitya yang sedang berlayar dari Gilimanuk menuju Ketapang menemukan korban dalam kondisi mengapung di laut. 

Ia memberikan isyarat meminta pertolongan. 

Korban kemudian ditolong kru kapal tersebut untuk selanjutnya dievakuasi menuju atas kapal. 

Korban kemudian diberikan pertolongan pertama oleh tim medis yang ada di kapal.

“Saat kejadian tersebut, korban mengakui sedang pusing. Ternyata ketika menyandar di railing kapal justru terjatuh,” ungkap Komandan Pos TNI AL Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo saat dikonfirmasi, Senin 20 April 2026. 

Setelah itu, kata dia, korban ditolong oleh kru KMP Trisna Dwitya dan dievakuasi. 

Setelah mendapat penanganan medis dan kemudian stabil, korban diserahkan kepada petugas Pelabuhan di Ketapang untuk penanganan lebih lanjut.

“Kejadiannya memang murni kecelakaan akibat kondisi fisik korban (pusing) tanpa adanya unsur kesengajaan. Kami apresiasi juga awak kapal yang sudah menolong korban hingga dievakuasi ke atas kapal,” jelasnya.

Pihaknya mengimbau agar penumpang kapal di lintas Ketapang-Gilimanuk untuk selalu waspada dan hati-hati untuk mengantisipasi hal yang sama terjadi lagi di kemudian hari. 

Pastikan berada di tempat aman agar peristiwa atau insiden serupa bisa dicegah.

“Kami imbau untuk tetap menjaga keselamatan bersama untuk mengantisipasi hal yang sama di kemudian hari,” kata dia. (mpa)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.