PWNU Sulbar Matangkan Persiapan Jelang Muskerwil 28-30 April 2026
Nurhadi Hasbi April 21, 2026 09:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Barat menggelar rapat persiapan pelaksanaan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama, Jalan Abd Malik Pattana Endeng, Mamuju, Senin (20/4/2026).

Muskerwil PWNU Sulbar rencananya digelar pada 28-30 April 2026.

Rapat persiapan berlangsung sederhana tersebut dipimpin langsung Ketua Tanfidziyah PWNU Sulbar, Dr. KH. Adnan Nota, serta dihadiri para pengurus wilayah, badan otonom, dan lembaga di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Baca juga: Ketua PWNU Sulbar Dorong PPPK Tidak Dirumahkan, Khawatir Kemiskinan dan Angka Kriminal Meningkat

Baca juga: MENGENAL Sosok Adnan Nota kembali Pimpin PWNU Sulbar

Adnan Nota mengatakan, Muskerwil merupakan agenda wajib dalam setiap kepengurusan NU di tingkat wilayah untuk menyusun arah dan gambaran program kerja organisasi ke depan.

Tiga Agenda Utama Muskerwil

Menurutnya, ada tiga hal pokok yang akan dibahas dalam Muskerwil PWNU Sulbar.

Pertama, penyusunan program kerja lima tahunan yang akan dijalankan selama masa kepengurusan.

“Seluruh program kerja yang harus diselesaikan dalam lima tahun kepengurusan akan dituangkan dalam Muskerwil ini,” kata Adnan Nota kepada wartawan usai rapat.

Kedua, penyusunan rekomendasi kepada pemerintah.

Ia menjelaskan, NU aktif memantau dinamika pemerintahan, politik, serta persoalan sosial kemasyarakatan, sehingga Muskerwil nantinya akan menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis.

“Misalnya persoalan tambang, migas, hingga pengelolaan kekayaan alam seperti apa. Ini semua menjadi bagian yang akan diatensi dalam Muskerwil. Termasuk juga soal MBG yang saat ini ramai dibicarakan karena banyak masukan dan kritik. Insyaallah PWNU Sulbar akan memberikan rekomendasi untuk perbaikan ke depan,” ujarnya.

Ketiga, pembahasan Bahtsul Masail yang berfokus pada persoalan keumatan.

“Dalam Muskerwil nanti juga akan lahir keputusan fatwa fiqih yang menjadi acuan nahdliyin dalam menjalankan kehidupan keagamaannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, NU akan terus melahirkan program-program besar yang diharapkan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Dalam kesempatan itu, Adnan Nota juga menanggapi dinamika menjelang Muktamar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang akan digelar dalam waktu dekat.

Menurutnya, dinamika yang terjadi merupakan hal wajar dalam organisasi besar seperti NU.

Ia menegaskan, stok figur kepemimpinan di tubuh NU tidak pernah habis.

“Kondisi saat ini memang sangat dinamis, tetapi satu hal yang pasti, figur kepemimpinan di NU tidak pernah habis. Banyak tokoh yang layak memimpin organisasi besar ini,” ujarnya.

Ia menyebut sejumlah nama yang mulai muncul sebagai figur calon Ketua Umum PBNU, seperti Gus Salam, Gus Sulfa, Gus Yusuf, hingga Prof. Nasaruddin Umar.

“Yang menarik, bagaimana pun persoalan di NU selalu ada titik temu dalam menyelesaikan persoalan. Kita akan melihat nanti visi dan misi setiap figur dalam membawa organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, bahkan dunia ini,” katanya.

Adnan menegaskan, PWNU Sulbar akan tetap berperan aktif dalam menentukan arah kepemimpinan NU ke depan.

“Kita biarkan dinamika ini berproses sambil menunggu suara-suara dari para kiai kita,” pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.