Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Seorang jemaah haji perempuan yang tergabung dalam Kloter satu asal Kabupaten Lombok Timur, dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) saat baru tiba di Asrama Haji Embarkasi Lombok, Selasa (21/4/2026).
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) NTB, Lalu Muhammad Amin mengatakan, jemaah haji tersebut pernah mengalami kecelakaan sebelum masuk asrama yang menyebabkan dia mengalami patah pada bagian kaki.
"Memang hasil pemeriksaan terdapat satu jemaah yang memiliki riwayat patah tulang, itu dilihat dari hasil ronsennya," kata Amin.
Amin mengatakan, langkah ini diambil untuk mengantisipasi terjadinya gangguan dalam perjalanan, sehingga dilakukan pemeriksaan lanjutkan di rumah sakit untuk mendapatkan rekomendasi apakah jemaah tersebut layak atau tidaknya terbang ke tanah suci.
"Hasil pemeriksaan di rumah sakit menjadi rekomendasi apakah layak terbang atau tidak, dia bersama suami dan ada riwayat sebelum masuk asrama," kata Amin.
Baca juga: Lombok Timur Lepas 378 JCH Kloter I, Jadi yang Pertama di NTB
Di kloter pertama ini terdapat 398 jemaah haji yang akan diterbangkan menuju Madinah, di mana jemaah tertua berusia 83 tahun bernama Sarbini. Sementara jemaah haji termuda berusia 35 tahun bernama Nurlaela Wardiana.
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tema haji tahun ini yakni haji ramah lansia. Artinya jemaah haji yang berusia lanjut (Lansia) menjadi prioritas petugas haji, baik di daerah maupun selama di tanah suci nantinya.
“Memang tidak semua lansia dalam kondisi kurang sehat, namun bagi yang memiliki risiko kesehatan tinggi tetap kami kategorikan untuk mendapatkan perhatian khusus,” kata Amin.
Selain jemaah lansia, petugas juga menyiapkan pelayanan khusus bagi jemaah dengan risiko tinggi (Risti) dan jemaah disabilitas.
Pada kloter pertama ini terdapat 60 jemaah haji masuk kategori risti berat, risti sedang 81 orang dan risti ringan 126 orang dan tidak berisiko 120 orang.
(*)