Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung- Ketua MKKS SD Kota Bandar Lampung, Taufik Hidayat memastikan sebagian besar sekolah di wilayahnya siap melaksanakan Tes Kompetensi Akademik (TKA) tahun ini.
Persiapan mulai dari pendataan peserta melalui operator sekolah, simulasi, hingga gladi bersih TKA. Juga pendampingan siswa melalui try out dan latihan soal, telah dilakukan.
"Sebagian besar sekolah sudah memproses semua tahapan persiapan TKA, termasuk latihan soal dan gladi bersih bagi siswa," ujar Taufik, Selasa (21/4/2026).
Taufik menegaskan, TKA bukanlah ujian kelulusan dan bersifat opsional. "TKA tidak menentukan kelulusan siswa. Fungsi utamanya adalah pemetaan mutu pendidikan dan validasi nilai rapor. Selain itu, hasil TKA bisa digunakan untuk seleksi masuk jalur prestasi ke jenjang berikutnya, seperti SMP, SMA, atau SMK," jelasnya.
Dalam koordinasi pelaksanaan TKA, peran KKKS (Kelompak Kerja Kepala Sekolah) sangat penting.
Baca juga: Minim Pemahaman Orangtua soal TKA Jadi Tantangan Pelaksanaan di Pringsewu
Menurut Taufik, KKKS bertugas meneruskan informasi resmi dari kementerian melalui dinas pendidikan. Kemudian menyosialisasikan kebijakan terbaru TKA kepada seluruh kepala sekolah. Serta menghimpun permasalahan dari sekolah untuk disampaikan kembali ke dinas.
Terkait pelaksanaan, TKA akan dilakukan secara tatap muka di sekolah. Sebagian sekolah menggunakan laboratorium komputer, sementara yang lain memanfaatkan ruang kelas yang dilengkapi komputer dengan aplikasi ujian berbasis CBT (Computer Based Test).
Soal dikirim secara digital dan sistem sinkronisasi dilakukan sebelum ujian. "Soal baru bisa diakses siswa saat ujian dimulai dengan sistem acak untuk menjaga keamanan dan keabsahan hasil," ujarnya.
Taufik menambahkan, sekolah telah menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi kendala teknis, seperti jaringan atau perangkat.
"Simulasi dan gladi bersih menjadi langkah antisipasi untuk mengukur kesiapan jaringan dan perangkat. Perangkat cadangan juga sudah disiapkan," kata Taufik.
Persiapan guru dan proktor juga telah matang. Guru fokus pada kesiapan akademik siswa, melatih literasi dan numerasi, serta mengarahkan latihan berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills).
Sementara proktor fokus pada kelancaran teknis, dengan mengikuti pelatihan, simulasi, dan gladi bersih."Pelatihan khusus untuk pengawas, proktor, dan teknisi juga sudah dilakukan melalui sosialisasi dan bimbingan teknis dari dinas pendidikan," jelasnya.
Sarana dan prasarana sekolah anggota KKKS pun telah berupaya disiapkan, mulai dari komputer hingga jaringan internet yang memadai. Hasil TKA nantinya akan dievaluasi secara terpadu oleh pusat, dinas, dan sekolah.
Fungsi utamanya adalah pemetaan mutu sekolah, evaluasi sistem pembelajaran, serta dasar perbaikan kebijakan pendidikan ke depan.
Bagi siswa yang hasilnya belum memenuhi standar, Taufik menekankan tidak ada yang dinyatakan tidak lulus.
Sekolah akan melakukan pembinaan khusus, termasuk literasi, numerasi, serta survei karakter dan lingkungan belajar untuk perbaikan kompetensi siswa.
Kendala utama yang biasanya muncul adalah jaringan internet yang tidak stabil dan perangkat kurang memadai.
Untuk mengatasi perbedaan kondisi antar sekolah, KKKS mendorong kolaborasi, berbagi fasilitas komputer, saling membantu proktor atau teknisi, serta pengaturan jadwal sesi secara bersama.
"Komunikasi antara KKKS, sekolah, dan dinas pendidikan berjalan dengan baik. Sekolah selalu berkoordinasi sejak kegiatan simulasi, gladi bersih, hingga pelaksanaan TKA," pungkasnya.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )