Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah
TRIBUNGAYO.COM, REDELONG - Selain Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi, harga gas elpiji ukuran 5,5 kilogram (kg) dan 12 kg di Kabupaten Bener Meriah turut mengalami kenaikan signifikan.
Kenaikan ini diduga dipicu oleh eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang masih berlangsung, sehingga berdampak pada harga energi di tingkat lokal, termasuk di Bener Meriah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunGayo.com dari salah satu agen di Kecamatan Wih Pesam, kenaikan harga gas nonsubsidi tersebut memang benar adanya.
Saat ini, harga elpiji 12 kg di tingkat agen melonjak dari Rp 195.000 menjadi Rp 235.000 per tabung.
"Kenaikan sudah terjadi selama dua hari. Di tingkat agen, sekarang harganya dibanderol Rp 235.000 per tabung," ujar Jufri Ismail, salah satu agen elpiji di wilayah Kecamatan Wih Pesam, Selasa (21/4/2026).
Jufri menambahkan, kenaikan serupa terjadi pada elpiji ukuran 5,5 kg. Harga yang semula Rp 95.000 kini melambung menjadi Rp 112.000 per tabung.
Kondisi ini memicu keluhan dari masyarakat, terutama kalangan menengah yang merupakan pengguna utama elpiji nonsubsidi.
Dampaknya pun langsung terasa pada omzet penjualan agen.
"Kami cukup kesulitan menjualnya sekarang. Biasanya dalam sehari bisa laku 90 tabung, sekarang hanya sekitar 40 tabung. Hampir semua pelanggan mengeluh," ungkapnya.
Jufri berharap situasi global segera membaik agar harga pasar kembali stabil.
"Mudah-mudahan kondisi ini cepat berlalu dan harga kembali normal.
Jika terus berlarut, hal ini akan semakin memberatkan masyarakat kelas menengah yang tidak memiliki akses ke gas subsidi," demikian pungkasnya. (*)
Baca juga: Prediksi Cuaca di Bener Meriah Besok 21 April 2026, Mayoritas Berawan
Baca juga: Mendagri dan Wagub Turun Langsung Tinjau Infrastruktur Rusak di Bener Meriah dan Aceh Tengah
Baca juga: Harga Emas di Bener Meriah Hari Ini 20 April 2026: Emas Murni Turun, London Stagnan