Laporan Kontributor Tribunjabar.id M Rizal Jalaludin
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Seorang santri berinisial MAA (14) dilaporkan meninggal dunia setelah diduga terjatuh dari lantai dua salah satu pondok pesantren di Kampung Cikadu Tonggoh, Desa Sukatani, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sekitar pukul 15.00 WIB, Minggu (19/4/2026).
Peristiwa tersebut terjadi di lingkungan Pondok Pesantren Al Muhajirin saat sejumlah santri berada di dalam salah satu kamar. Korban diketahui merupakan warga Desa Bojonglongok, Kecamatan Parakansalak, yang juga masih berstatus pelajar tingkat SMP.
Pimpinan Pondok Pesantren Al Muhajirin, Ustad Jamiludin, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, korban bersama beberapa rekannya datang ke lokasi dengan rencana hendak mencukur rambut. Namun karena tempat cukur dalam kondisi penuh, mereka memilih kembali ke area pesantren.
Baca juga: Seribu Santri Ikuti Siliwangi Santri Camp, Pangdam Kosasih: Santri Harus Punya Cita-cita Tinggi
"Awalnya mereka mau cukur rambut, tapi karena penuh akhirnya ke sini. Sebenarnya korban dan temannya sudah selesai dicukur, hanya mengantar saja," ujar Jamiludin kepada wartawan, Senin (20/4/2026).
Saat itu, kondisi sedang hujan dan Jamiludin mengaku tengah beristirahat di dalam kamar. Sementara itu, korban bersama dua rekannya, LN dan MRS, masuk ke salah satu kamar santri lainnya. Di dalam kamar tersebut, beberapa santri lain juga turut berkumpul.
Dalam keterangannya, Jamiludin menjelaskan bahwa situasi berubah ketika salah satu anak berinisial Z keluar untuk membeli minuman ke warung. Namun saat kembali, pintu kamar dalam keadaan terkunci.
"Z kemudian menggedor pintu dengan keras. Mungkin karena panik, anak-anak di dalam kamar yang diduga sedang merokok berusaha keluar secara tiba-tiba," ucap Jamiludin.
Setelah pintu berhasil dibuka, dua anak yakni LN dan MAA diduga keluar melalui jendela dan terjatuh dari ketinggian sekitar 4 meter. Sementara satu anak lainnya memilih bersembunyi di dalam kamar.
Jamiludin menduga korban sempat berpijak di atas genting sebelum akhirnya jatuh ke bawah. Hal itu terlihat dari posisi genting yang rusak tidak tepat berada di depan jendela.
"Diduga sempat berjalan di atas genting ke arah pinggir, karena genting yang rusak posisinya tidak persis di depan jendela," kata Jamiludin.
Usai kejadian, para santri yang mengetahui insiden tersebut langsung bergegas turun untuk memberikan pertolongan. Korban LN dilaporkan selamat, sementara MAA sempat dibawa ke ruangan dekat lokasi untuk mendapatkan penanganan.
Baca juga: Kronologi Santri di Cibeureum Sukabumi Ditemukan Meninggal: Berawal Hendak Dibangunkan Salat Subuh
"Waktu diperiksa sempat terlihat masih bernapas, tapi tidak lama kemudian dinyatakan meninggal dunia," kata Jamiludin.
Ia menambahkan, dirinya mengetahui kejadian tersebut setelah mendengar teriakan dari salah satu santri yang memberi tahu ada yang terjatuh di luar bangunan.
"Saya langsung ke lokasi, sempat memegang bagian belakang kepala korban dan membawanya ke dalam ruangan. Tapi saat diperiksa, sudah dalam kondisi meninggal," ucap Jamiludin.