Aktivitas Gunung Merapi Selasa 21 April 2026 Pagi: Teramati 13 Kali Guguran Lava
Muhammad Fatoni April 21, 2026 08:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengalami 13 Kali guguran lava ke arah Barat Daya (Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, Kali Krasak, dan Kali Boyong) dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter.

Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hari ini, Selasa (21/4/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.

Sementara untuk pengamatan kegempaan, tercatat 46 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-23 mm dan lama gempa 56.95-231.92 detik.

Selain itu, 15 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-42 mm, S-P 0.3-0.9 detik dan lama gempa 25.4-59.94 detik.

Serta 2 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 6-41 mm, dan lama gempa 9.42-14.23 detik.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Baca juga: Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini Selasa 21 April 2026: Sebagian Besar Cerah-Berawan

Untuk pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III.

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 100 meter dari puncak.

Cuaca cerah hingga mendung, angin lemah ke arah barat.

Suhu udara sekitar 21.2°C. Kelembaban 97.5 persen. Tekanan udara 915.9 mmHg.

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.