TRIBUNPRIANGAN.COM – Keputusan wasit utama melalui wasit video assistant referee (VAR) kembali menuai polemik saat Persib Bandung menghadapi Dewa United. Dua gol tuan rumah disahkan meski diduga pelanggaran, membuat laga panas berakhir imbang 2-2 dan memicu protes keras kubu Maung Bandung.
Persib kembali dirugikan oleh keputusan yang diambil oleh wasit video assistant referee (VAR) saat laga away ke kandang Dewa United di Banten International Stadium, Serang, Banten, Senin (20/4) malam.
Dua gol yang dicetak Dewa United dinilai kontroversi, terutama gol pertama. Pada menit ke-25, pemain Dewa United, Messidoro, menggiring bola di luar garis lapangan. Pemain Persib pun seperti Teja Paku Alam, Kakang Rudianto, Julio Cesar, Federico Barba, Thom Haye, Adam Alis, dan Marc Klok, pun kompak mengangkat tangan sebagai isyarat bola sudah keluar lapangan. Malahan Kakang pun berhenti mengejar Messidoro saat itu.
Namun wasit utama Yoko Suprianto tak meniup peluit dan membiarkan bola play on. Akhirnya Messidoro melepaskan umpan tanpa pengawalan ke mulut gawang yang sudah berdiri bebas Alex Martins untuk meneruskan bola lewat sepakannya menjadi gol. Pemain Persib pun tampak tak memberikan pengawalan terhadap Martins karena merasa bola sudah out.
Yoko kemudian berkomunikasi dengan wasit VAR, Sance Lawita, untuk mengecek posisi bola tersebut apakah sudah keluar lapangan atau belum. Setelah kurang lebih 2 menit berdiskusi, akhirnya gol tersebut disahkan karena wasit VAR menganggap bola masih menyentuh garis. Sayangnya Yoko tak melakukan On-Field Review (OFR) atau pengecekan langsung di lapangan melalui monitor VAR untuk lebih meyakinkan jika keputusan wasit VAR memang benar.
Dalam tayangan ulang televisi yang di-zoom lebih dekat, terlihat bola memang sudah lewat garis gawang. Kalau wasit VAR memiliki teknologi canggih dan sudut video yang lebih jelas, seharusnya bisa ditunjukkan ke layar televisi sehingga keputusan yang dibuat wasit VAR tak menimbulkan kontroversi.
Baca juga: Klasemen Super League Jika Persib Bandung Kalah dari Dewa United, Selisih 1 Poin dengan Borneo FC
Bedanya dengan Gol Timnas Jepang
Kejadian serupa pernah terjadi di Piala Dunia 2022. Di mana gol kedua Jepang ke gawang Spanyol disahkan wasit karena 1,88 milimeter dari bagian bola masih menyentuh garis lapangan. Saat itu gol dicetak Ao Tanaka pada menit ke-51 yang mengubah skor menjadi 2-1. Pemain Fortuna Dusseldorf itu membobol gawang usai menerima umpan Kaoru Mitoma.
Perdebatan muncul karena sekilas bola diduga sudah lebih dulu keluar lapangan sebelum diumpan Mitoma ke arah Tanaka. Namun VAR menyatakan bola play on. Dalam tayangan ulang, bagian bawah bola nampak sudah keluar garis. Namun ternyata sebagian sisi bola yakni sebesar 1,88 mm masih menyentuh garis lapangan. Itu pun dibuktikan dengan sudut video yang benar-benar jelas, tanpa asal tebak.
Menurut peraturan nomor sembilan dalam Laws of the Game 2022/2023 dari International Football Association Board (IFAB) menyebut: "Bola keluar dari permainan ketika sepenuhnya melewati garis gawang atau garis sentuh, baik di tanah atau di udara”. Artinya bola dinyatakan keluar saat keseluruhan bagian telah melewati garis gawang atau garis tepi lapangan, baik itu saat bola menyentuh rumput lapangan atau dalam kondisi berada di udara.
Dalam kasus gol Tanaka, bola belum sepenuhnya melewati garis tepi lapangan permainan. Sekali lagi gol disahkan melalui keakuratan tayangan sudut video VAR. Sedangkan dalam kasus gol Dewa United, tak ada bukti video yang benar-benar jelas yang ditunjukkan VAR jika bola benar-benar masih menempel di garis.
Gol Kedua Dewa United
Begitu juga gol kedua yang dicetak Dewa United yang sama-sama kontroversial. Gol pada menit ke 61 tersebut diawali dengan adanya handball yang dilakukan Alex Martins. Saat itu bola yang dikontrol Julio Cesar dicoba untuk direbut oleh Alex Martins. Posisi bola 50:50 (fifty-fifty) di antara Cesar dan Martins membuat keduanya coba untuk menendang bola.
Bola kemudian memantul mengenai tangan Martins dan mengarah ke pemain Dewa United, Noah Sadaoui, yang sudah dalam posisi lepas dari kawalan di daerah pertahanan Persib. Ia menggiring bola ke dalam kotak penalti seorang diri dan memberi umpan ke Ricky Kambuaya yang berdiri bebas di mulut gawang untuk membawa Dewa United unggul sementara 2-0 atas Persib.
Wasit utama kembali berkomunikasi dengan wasit VAR untuk mengecek apakah terjadi pelanggaran (handball) sebelum gol terjadi atau tidak. Akhirnya setelah 3 menit berdiskusi, Yoko kembali mengesahkan gol tersebut setelah mendapatkan review dari wasit VAR.
Anehnya wasit justru memberikan kartu kuning kedua kepada Alex Martins yang berbuah kartu merah. Tak jelas kartu kuning tersebut diberikan karena apa. Jika Martins bersitegang dengan pemain Persib seharusnya pemain Persib pun ada yang kena kartu kuning, tapi nyatanya tak ada pemain Persib yang kena kartu kuning.
Maka pemain Persib di lapangan berasumsi jika kartu kuning tersebut dikarenakan Martins handball sebelum terjadinya gol kedua. Pemain Persib sempat bertepuk tangan karena menganggap Martins menyentuh bola dengan sengaja dan gol dibatalkan. Namun yang terjadi justru wasit tetap mengesahkan gol kedua tersebut, sehingga membuat pemain Persib tampak bingung.
Jika mengacu pada panduan IFAB (International Football Association Board), sentuhan bola dari Martins bisa dikategorikan handball karena 1) patut diduga sengaja menggerakkan tangan/lengan ke arah bola sehingga bola mengarah ke Noah. 2) posisi tangan tidak alami: menyentuh bola dengan tangan/lengan ketika posisi anggota tubuh tersebut membuat tubuh menjadi lebih besar secara tidak wajar. Dari tayangan ulang posisi tangan Martins tidak rapat dengan badan sehingga bola mengenai tangannya.
Rekam Jejak Wasit Utama dan VAR
Jika menilik dari rekam jejak (track record) sebelumnya, wasit utama Yoko Suprianto dan wasit VAR Sance Lawita memiliki catatan kontroversi. Salah satu keputusan kontroversi Yoko Suprianto adalah di pekan ke-14 Super League musim 2025/2026 saat memimpin laga PSM melawan Malut United, di Stadion BJ Habibie, Minggu (21/12/2025). Saat itu Malut United mengalahkan PSM dengan skor 1-0.
PSM Makassar berpeluang menyamakan skor menit ke-83. Rizky Eka dijatuhkan ke kotak pinalti oleh pemain Malut. Yoko Suprianto kemudian menunjuk titik putih. Tak ada protes berlebihan pemain Malut dari tengah lapangan.
Bahkan Yuran Fernandes sudah meletakkan bola di titik putih. Ia sudah mengambil ancang-ancang menendang bola. Begitupula kiper Malut Alan Jose Bernardon sudah bersiap di bawah mistar.
Sementara dari pinggir lapangan, Ciro Alves, menyampaikan protesnya kepada asisten wasit. Setelah Ciro Alves protes,Yoko memutuskan mengecek VAR. Keputusan mengejutkan diambil. Ia membatalkan penalti PSM dan mencabut kartu kuning Angulo.
Beberapa jam kemudian, Komite Wasit Indonesia menyampaikan permohonan maaf kepada PSM Makassar atas keputusan kontroversial Wasit Yoko Suprianto tersebut. Komite Wasit mengakui ada kekeliruan terkait hadangan Wbeymar Angulo ke Rizky Eka. Keputusan yang benar seharusnya adalah penalti untuk PSM Makassar.
Sementara itu, wasit VAR Sance Lawita, yang pernah memimpin laga Borneo FC kontra Persebaya pada pekan ke-5 Liga 1 2022/2023, sempat diparkir oleh Komite Wasit PSSI selama delapan pekan. Hal ini dikarenakan ia dianggap lalai dalam menerapkan hukuman di atas lapangan.
Kepastian tersebut tertuang dalam hasil evaluasi tim wasit yang memuat putusan mereka dan dipublikasikan di situs resmi PSSI. Dalam putusan tersebut, Sance Lawita dianggap tidak menerapkan Pasal 12 yang mengatur pelanggaran dan kelakuan tidak patut. "Lalai menerapkan Pasal 12, hanya memberikan kartu kuning (KK) yang seharusnya kartu merah (KM)," bunyi penjelasan sanksi pembinaan untuk wasit tersebut.
Dalam laporan tim evaluasi, juga dijelaskan bahwa pemain Borneo FC melakukan pelanggaran terhadap pemain Persebaya dengan tenaga berlebihan. Bahkan, pelanggaran tersebut dikategorikan sebagai 'very-very dangerous play' atau tindakan yang sangat berbahaya. "Menerjang tulang kering dengan kekuatan," demikian penjelasan putusan tersebut.
Wasit di lapangan harus dapat memberikan jaminan keselamatan kepada pemain sebelum insiden berbahaya terjadi. Jika insiden sudah terjadi, wasit seharusnya bertindak tegas tanpa ada toleransi.
Pernyataan Komite Wasit PSSI tersebut dinilai tepat karena pelanggaran Kei Hirose terhadap pemain Persebaya, Koko Ari, sangat serius. Koko bahkan harus ditandu saat masuk ke bus dari ruang ganti akibat cedera yang dialaminya.
Sanksi tersebut membuat Sance Lawita tidak dapat memimpin pertandingan selama delapan pekan ke depan. Dalam pertandingan yang bersangkutan, Persebaya kalah 1-2 dari Borneo FC di Samarinda.
BoJan Kecewa, Tempuh Jalur Resmi
Tertinggal 2-0 dari Dewa United, Persib terus menekan lini pertahanan lawan yang bermain dengan skema parkir bus, dengan 10 pemain termasuk kiper bertahan di kotak penalti. Persib akhirnya memecah kebuntuan melalui penalti pada menit ke-77, setelah Berguinho dilanggar di kotak penalti. Wasit Yoko menunjuk titik putih setelah berkonsultasi dengan VAR, dan Thom Haye berhasil mengeksekusi penalti dengan tenang, mengecoh kiper Sony Steven.
Setelah memperkecil skor, Persib terus mengurung pertahanan Dewa United. Gol penyama kedudukan tercipta di menit ke-87 lewat sundulan Andrew Jung, yang datang dari belakang saat para pemain Dewa fokus mengawal Ramon dalam kotak penalti. Gol tersebut berawal dari crossing Eliano.
Persib melakukan pergantian pemain di menit ke-88 dengan memasukkan Luciano Guaycochea dan Saddil Ramdani menggantikan Thom Haye dan Berguinho untuk menambah daya serang. Dalam tambahan waktu 9 menit, Persib terus menekan, sementara Dewa United menurunkan tempo dan membuang waktu.
Meski menciptakan banyak peluang, tidak ada gol tambahan yang tercipta, sehingga pertandingan berakhir imbang 2-2. Persib dan Dewa United masing-masing mendapatkan satu poin.
Dengan hasil ini, Persib tetap memimpin klasemen sementara dengan 65 poin, unggul dua poin dari Borneo FC di posisi kedua (63 poin). Persija Jakarta berada di posisi ketiga dengan 58 poin. Dewa United menempati posisi ketujuh dengan 41 poin, sama dengan Persita yang berada di posisi kedelapan karena unggul head to head.
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengaku sangat kecewa dengan keputusan wasit dalam pertandingan tersebut. "Namun, untuk masalah ini, kami akan menempuh jalur resmi dengan mengirimkan laporan karena terdapat banyak situasi yang sangat meragukan," kata dia.
Namun, terkait pertahanan timnya, Bojan mengakui bahwa mereka membuat beberapa kesalahan yang sebenarnya tidak seharusnya terjadi, bahkan terkesan sangat kekanak-kanakan.
"Gol pertama sangat naif. Kami berhenti bermain karena semua orang mengira bola sudah keluar, padahal bola itu berada di dalam area, di mana biasanya situasi seperti itu sering terjadi. Gol kedua juga murni akibat kesalahan individu saat menyerang," jelasnya.
Secara keseluruhan, menurut Bojan, penampilan anak asuhnya tidak buruk. Timnya berhasil bangkit dari ketertinggalan 0-2 menjadi 2-2. "Seharusnya kami bisa menciptakan lebih banyak peluang dan berpeluang membawa pulang tiga poin di akhir pertandingan," ujarnya. (Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin)