Harga Minyak Dunia Melonjak seusai AS Sita Kapal Kargo Iran, Krisis Energi Semakin Hantui Eropa
Tegar Melani April 21, 2026 10:42 AM

Harga minyak dunia melonjak pada Senin (20/4/2026) setelah Amerika Serikat (AS) menyita kapal kargo berbendera Iran.

Kapal tersebut teridentifikasi sebagai M/V Touska yang dituduh menerebos blokade AS saat melewati Teluk Oman sehari sebelumnya.

Dikutip dari RT pada Selasa (21/4/2026), harga minyak di Brent maupun West Texas Intermediate melonjak lebih dari 6 persen.

Masing-masing menjadi di atas $96 dan $88 dolar AS per barel.

Para analis mengatakan pasar bereaksi terhadap ancaman berkurangnya pasokan, dengan para pedagang memperkirakan gangguan lebih lanjut terhadap ekspor negara-negara Teluk.

Kuwait, salah satu pengekspor minyak mentah utama, dilaporkan telah menyatakan keadaan kahar (force majeure) pada beberapa pengiriman minyak dan bahan bakar.

Kenaikan harga minyak mentah berdampak pada harga bensin dan solar di seluruh Eropa, AS, dan sebagian Asia.

Harga gas grosir telah naik, dan harga minyak pemanas berjangka yang merupakan indikator bahan bakar jet juga meningkat.

Gangguan di Selat Hormuz telah memicu efek domino di seluruh perekonomian global.

Badan Energi Internasional telah memperingatkan tentang meningkatnya volatilitas pasar dan kemungkinan kekurangan bahan bakar jet di Eropa dalam waktu enam minggu.

Organisasi kemanusiaan juga telah menyoroti risiko berantai terhadap ketahanan pangan global karena rantai pasokan pupuk dan pertanian terpengaruh.

Eropa secara luas dipandang sebagai salah satu pihak yang paling dirugikan oleh blokade Selat Hormuz.

Hal ini karena ketergantungannya yang besar pada minyak Timur Tengah setelah menjatuhkan sanksi terhadap pasokan Rusia.

Sebaliknya, Moskow telah diuntungkan dari harga yang lebih tinggi dan permintaan yang lebih kuat untuk minyak mentahnya.

Perkiraan keuntungannya bahkan mencapai $150 juta dolar AS per hari.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.