TRIBUNNEWS.COM - Manchester City dijadwalkan melawan tim-tim kuat di lima laga tersisa mereka di Liga Inggris 2025/2026.
Sebelumnya, Manchester City berhasil mengalahkan Arsenal dalam laga krusial di Premier League pekan lalu, sekaligus menjaga peluang mereka dalam perebutan gelar juara tetap terbuka hingga akhir musim.
City membuka keunggulan lebih dulu saat laga baru berjalan sekitar 15 menit melalui aksi individu gemilang dari Rayan Cherki.
Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama setelah Kai Havertz berhasil memanfaatkan bola muntah hasil sapuan Gianluigi Donnarumma untuk menyamakan kedudukan hanya dua menit berselang.
Pertandingan berjalan ketat hingga akhirnya Erling Haaland mencetak gol penentu kemenangan di pertengahan babak kedua. Gol tersebut memastikan City meraih tiga poin penting sekaligus terus menekan Arsenal dalam perburuan gelar.
Hasil ini sempat dianggap sebagai pukulan telak bagi peluang Arsenal untuk menjadi juara, mengingat momentum kini berpihak kepada City.
Selain itu, tim asuhan Mikel Arteta dinilai mulai kehilangan konsistensi di fase krusial musim.






Namun, analisis Opta menunjukkan gambaran yang sedikit berbeda. Berdasarkan 10.000 simulasi terbaru, Arsenal masih difavoritkan untuk meraih gelar, meskipun peluang mereka mengalami penurunan.
Sebelum pertandingan tersebut, Arsenal memiliki peluang sebesar 85,2 persen untuk menjadi juara, sementara City hanya 14,8 persen.
Setelah kekalahan itu, probabilitas Arsenal turun menjadi 73,0 persen, sedangkan City meningkat signifikan menjadi 27 persen.
Baca juga: Ketika Mulut Kotor Erling Haaland Berujung Teguran dalam Kemenangan Man City atas Arsenal
Meski mengalami penurunan, Arsenal masih berada di posisi unggul dengan kelebihan tiga poin di klasemen.
City memang memiliki satu laga tunda, namun mereka dituntut untuk menyapu bersih sisa pertandingan jika ingin menyalip rivalnya tersebut, sebuah tugas yang tidak mudah di kompetisi seketat Premier League.
Bahkan jika City mampu memenangkan seluruh laga tersisa, Arsenal tetap memiliki peluang besar untuk melakukan hal serupa. Dalam skenario tersebut, perebutan gelar bisa ditentukan oleh selisih gol.
Dari sisi jadwal, Arsenal juga sedikit diuntungkan. Berdasarkan peringkat kekuatan dari Opta, lawan-lawan yang akan mereka hadapi relatif lebih ringan, meskipun tetap tidak bisa dianggap mudah.
Salah satu laga yang berpotensi menyulitkan adalah menghadapi Newcastle United, namun lima pertandingan lainnya menghadapi tim dari papan bawah.
Sebaliknya, Manchester City masih harus menghadapi tim-tim yang tengah berjuang menembus zona Eropa seperti Everton, Bournemouth, dan Aston Villa.
Dua sisa lainnya, Manchester City akan melawan tim enteng seperti Burnley dan Crystal Palace.
Dengan situasi tersebut, peluang Arsenal untuk mempertahankan posisi puncak masih terbuka lebar, terutama jika mereka mampu memaksimalkan produktivitas gol guna menjaga selisih gol tetap unggul.
Namun Arsenal masih memiliki laga krusial di Liga Champions yang membuat mereka harus berputar otak untuk melakukan rotasi pemain.
Dengan beberapa pertandingan tersisa dan potensi kejutan yang selalu hadir di setiap pekan, persaingan gelar Premier League musim ini masih jauh dari kata selesai.
Kamis, 23 April 2026
02.00 WIB - Burnley vs Man City
Selasa, 5 Mei 2026
02.00 WIB - Everton vs Man City
Sabtu, 9 Mei 2026
23.30 WIB - Man City vs Brentford
Minggu, 17 Mei 2026
TBD - Bournemouth vs Man City
Jumat, 22 Mei 2026
21.00 WIB - Man City vs Crystal Palace
Minggu, 24 Mei 2026
22.00 WIB - Man City vs Aston Villa
(Tribunnews.com/Ali)