Palembang vs Surabaya, Kota Pahlawan Lampaui Sang 'Sesepuh' yang Terus Bersolek
Yandi Triansyah April 21, 2026 11:27 AM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Di peta besar Indonesia, dua nama ini selalu punya tempat istimewa. Palembang, sang sesepuh nusantara yang usianya membentang hingga era Kerajaan Sriwijaya, dan Surabaya, raksasa ekonomi yang memegang gelar kota terbesar kedua di negeri ini.

Namun, di balik narasi sejarah dan kemegahan infrastrukturnya, bagaimana sebenarnya kualitas hidup penduduk di kedua kota ini? 

Jika kita membedah data kesejahteraan melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan kemajuan ekosistem digital melalui Indeks Daya Saing Digital (IDSD) tahun 2025, muncul sebuah potret persaingan yang cukup sengit.

Baca juga: Palembang vs Bengkulu: Menakar Kesejahteraan di Antara Jejak Kolonial dan Kejayaan Sriwijaya

Surabaya: Sang Pionir di Timur Jawa

Surabaya bukan sekadar "Kota Pahlawan". Sebagai hub utama ekonomi di wilayah timur, Surabaya telah lama menjadi barometer kemajuan daerah.

Tahun 2025 menjadi bukti ketangguhan kota ini. 

Data menunjukkan bahwa Surabaya berhasil mencatatkan angka IPM sebesar 85,65. 

Angka ini bukan hanya yang tertinggi di Jawa Timur, tapi juga mencerminkan akses warga terhadap pendidikan, kesehatan, dan standar hidup yang sangat mumpuni.

Tak hanya sejahtera secara fisik, Surabaya juga unggul dalam transformasi digital. 

Skor IDSD Surabaya mencapai 4,24, yang menunjukkan bahwa adopsi teknologi dan infrastruktur digital di kota ini sudah sangat matang untuk mendukung geliat bisnis dan pelayanan publik.

Palembang: Sang "Sesepuh" yang Terus Bersolek

Berpindah ke tanah Sumatra, Palembang membuktikan bahwa usia hanyalah angka. 

Sebagai kota tertua di Indonesia, Palembang tak mau kalah dalam urusan modernitas. 

Sejak menjadi tuan rumah berbagai ajang internasional, wajah ibu kota Sumatera Selatan ini terus berubah.

Berdasarkan data BPS tahun 2025, Palembang mencatatkan IPM sebesar 83,27. 

Meski secara angka sedikit di bawah Surabaya, posisi ini menempatkan Palembang dalam kategori kota dengan pembangunan manusia yang sangat tinggi di luar Pulau Jawa.

Menariknya, dalam hal daya saing digital, Palembang menempel ketat Surabaya. Skor IDSD Palembang tercatat sebesar 4,23 hanya berselisih tipis 0,01 poin dari Surabaya. 

Ini membuktikan bahwa Palembang sukses melakukan lompatan besar dalam digitalisasi, memperkecil jarak dengan kota-kota besar di Jawa.

Kesimpulan:

Surabaya masih memimpin dalam hal kesejahteraan umum secara menyeluruh. 
Namun, Palembang memberikan perlawanan luar biasa di sektor kemajuan digital. 

Selisih tipis pada skor IDSD menunjukkan bahwa akses teknologi dan potensi ekonomi digital di Palembang kini hampir setara dengan kota metropolitan sekelas Surabaya.

Pada akhirnya, duel ini bukan soal siapa yang lebih dulu ada atau siapa yang lebih besar, melainkan sejauh mana kedua kota ini mampu memastikan data-data di atas benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga yang tinggal di dalamnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.