Regulasi U-23 Terancam Dihapus, Pelatih Bali United Tekankan ke PSSI Pentingnya Ruang Pemain Muda
Putu Dewi Adi Damayanthi April 21, 2026 11:39 AM

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pelatih Kepala Bali United, Johnny Jansen, memberikan tanggapan keras terkait wacana penghapusan regulasi wajib memainkan pemain muda U-23 di kompetisi Super League musim depan. 

Jansen menilai, jika kebijakan tersebut benar-benar dihilangkan dan klub tidak lagi memberikan ruang bagi pemain muda, maka keberadaan akademi sepak bola di Indonesia menjadi tidak relevan lagi.

Pelatih asal Belanda ini menegaskan bahwa jika dirinya masih dipercaya menakhodai tim musim depan, ia akan duduk bersama pemilik klub, Pieter Tanuri, untuk memastikan komitmen terhadap talenta muda tetap terjaga. 

"Jika Anda tidak ingin berinvestasi pada pemain muda, maka berhentilah mengelola akademi usia muda Anda," tegas Jansen, pada Selasa 21 April 2026. 

Baca juga: DIBANTAI Bali United 4-1, Coach Malut United: Kami Korban Ketidakadilan dan Intimidasi

Isu dihapuskannya regulasi U-23 ini mulai ramai diperbincangkan di tingkat nasional seiring dengan rencana operator liga.

Banyak pihak khawatir, tanpa adanya paksaan regulasi, pelatih akan lebih memilih pemain senior atau asing demi hasil instan, yang pada akhirnya akan mematikan menit bermain pemain lokal potensial. 

Bagi Jansen, cara berpikir seperti itu sangat berbahaya karena mengembangkan pemain sendiri jauh lebih murah dan efisien bagi finansial klub dalam jangka panjang.

Lebih jauh, Jansen memperingatkan dampak sistemik bagi kemajuan sepak bola nasional jika klub-klub berhenti memberikan kepercayaan pada pemain muda. 

Ia memprediksi dalam kurun waktu delapan hingga sepuluh tahun ke depan, sepak bola Indonesia akan kehilangan kualitasnya karena terputusnya rantai regenerasi. 

"Jadi, menurut saya Bali United harus tetap berinvestasi pada pemain muda, berinvestasi di akademi, dan membawa para pemain muda tersebut ke tim utama," tuturnya.

Eks Pelatih PEC Zwolle ini juga mengingatkan bahwa mengorbitkan pemain muda membutuhkan kesabaran dan keberanian untuk menerima risiko kekalahan. 

Ia menggambarkan performa pemain muda sering kali mengalami fluktuasi yang drastis, namun hal itu merupakan bagian tak terpisahkan dari sebuah proses pengembangan. 

"Pemain muda itu performanya memang seperti ini: kadang mereka bagus, kadang buruk, bagus, lalu buruk lagi. Begitulah adanya. Namun pada akhir musim, Anda akan melihat sebuah proses yang baik," pungkas Jansen. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.