Bolak Balik SPBU Isi Pertalite, Bahlil Minta Pengendara Motor Harus Punya Hati: Janganlah Kau Gitu
SERAMBINEWS.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyoroti maraknya praktik pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite secara tidak wajar oleh sejumlah pihak.
Ia mengingatkan agar kebijakan pemerintah yang tidak membatasi pembelian bagi pengendara roda dua tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.
Dalam keterangannya di Kantor Kementerian ESDM RI, Jakarta, Senin (20/4/2026), Bahlil menegaskan bahwa kelonggaran pengisian BBM bagi sepeda motor seharusnya dimanfaatkan secara bijak.
Menurut dia, fenomena penggunaan wadah besar seperti jerigen hingga praktik pengisian berulang kali patut menjadi perhatian bersama.
"Kalau motor sampai dengan sekarang, adinda mau isi berapa aja nggak apa-apa. Ya itu kembali, Dinda. Kita harus punya hati, Dinda. Dinda punya hati dong," kata Bahlil.
Ia mengindikasikan, praktik pengisian berulang yang dilakukan sebagian oknum berpotensi untuk dijual kembali, sehingga dapat mengganggu distribusi BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat luas.
Bahlil pun mengimbau agar masyarakat tidak mencari keuntungan dengan cara yang merugikan orang lain.
Ia menekankan pentingnya etika dalam memanfaatkan fasilitas subsidi dari pemerintah.
"Janganlah kau pakai jerigen, janganlah kau bolak-balik (ke SPBU). Kasian rakyat kita, Dinda. Cari rejeki itu penting, tapi yang baik-baik ya, Dinda," kata Bahlil, dilansir dari Tribunnews.com.
Pemerintah, lanjut Bahlil, tetap akan melakukan pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan tersebut.
Namun demikian, ia menilai kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga agar distribusi BBM subsidi tetap tepat sasaran.
Karena itu, kata Bahlil, kepada semua pihak yang masih melakukan aksi bolak balik ke SPBU untuk isi Pertalite secara tak wajar agar segera insaf.
"Pengawasan itu ada. Tetapi yang terpenting itu adalah keinsafan dari diri kita. Masa sih kita harus, mau gak kalau diawasi terus kita?" tukas dia.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyindir orang-orang kaya yang tiba-tiba beralih membeli BBM subsidi seusai BBM non subsidi naik.
Kemungkinan itu besar sekali terjadi usai PT Pertamina resmi menaikkan harga BBM nonsubsidi RON 98 Pertamax Turbo yang kini dibanderol Rp19.400 per liter.
Bahlil mengingatkan keberadaan bensin subsidi seperti Pertalite atau Solar guna menyasar para masyarakat yang berhak.
"Ya, saya cuma mau sampaikan ajalah BBM subsidi itu kepada saudara-saudara kita yang berhak," kata Bahlil
Bahlil pun menyinggung orang kaya yang punya jabatan harusnya punya rasa malu jika harus beralih menggunakan BBM subsidi.
Menurut Bahlil, apabila masih ada orang yang memiliki kemampuan dalam segi ekonomi namun tetap membeli bensin subsidi maka hal itu merupakan bagian dari mengambil hak masyarakat yang berhak.
"Jangan model kayak saya, kayak Dirjen, Wamen. Karena harga BBM RON 98 naik, tiba-tiba mereka masuk ke subsidi. Itu kita mengambil hak saudara-saudara kita yang berhak menerimanya. Apa nggak malu kita?" kata Bahlil.
Bahlil menegaskan bahwa pengawasan telah dilakukan untuk melihat pembelian BBM subsidi bisa tepat sasaran.
(Serambinews.com/Agus Ramadhan)
Bergabunglah Bersama Kami di Saluran WhatsApp SERAMBINEWS.COM