BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Belo Laut, Suhaidir mengakui kondisi susah sinyal telekomunikasi di Desa Belo Laut, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat telah lama terjadi.
Menurutnya, kesulitan masyarakat setempat harus mencari titik-titik tertinggi. Seperti memanjat pohon atau menuju tempat yang lebih lapang untuk mendapatkan sinyal baru bisa berkomunikasi.
"Sesuai dengan fakta, begitulah kondisi sinyal. Dalam fakta di lapangan kita bisa melihat, warga jika ingin menghubungi dari dusun ini ke luar. Mereka harus mencari titik-titik tertinggi, misalnya memanjat pohon, mencari pohon yang tinggi dan mencari tempat yang lapang," kata Kojek sapaan akrab Suhaidir kepada Bangkapos.com, Selasa (21/4/2026).
Hal tersebut dilakukan warga untuk mendapatkan sinyal, sehingga dapat menghubungi ke luar, baik melalui WhatsApp maupun telepon biasa.
"Di era digitalisasi ini seharusnya di wilayah manapun telah terjangkau jaringan untuk berkomunikasi. Ditakutkan nanti seandainya ada hal-hal kejadian di desa tersebut, kita susah berkomunikasi untuk membantunya," katanya.
Ia menyampaikan, pihak desa telah berupaya, misalnya dengan mengajukan penambahan tower. Tetapi bukan menjadi kewenangan desa karena merupakan ranah pihak yang lebih tinggi.
"Kami berupaya, misalnya ingin mengajukan penambahan tower. Hanya kapasitas kita di desa bukan ranah kita. Karena ada yang membidangi di atasnya. Harapan kami dari pihak yang punya kapasitas dan kewenangan tolong diperhatikanlah akses sinyal di sini," harap Kojek.
Dia menambahkan, keberadaan sekolah dasar di wilayah tersebut perlu menjadi perhatian, karena murid-murid dan masyarakat membutuhkan akses komunikasi yang memadai.
"Karena kita tahu di sini ada sekolah dasar, artinya murid-murid dan masyarakat butuh perhatian agar dapat berkomunikasi dengan lancar, menyampaikan informasi dan menerima informasi. Kedepan semogalah terealisasi jaringan di sini lebih bagus lagi," tutupnya.
(Bangkapos.com/Riki Pratama)