TRIBUN-MEDAN.com - Terjawab motif sembilan murid mengolok-olok guru PPKn SMA Negeri 1 Purwakarta Syamsiah atau Bu Atun yang viral di media sosial.
Ternyata awal mulanya, siswa tak terima dengan keputusan bu Atun saat pelajaran.
Sembilan siswa menjadi sorotan setelah videonya meledek guru viral di media sosial.
Dalam video berdurasi 31 detik, tampak sejumlah siswi mengacungkan jari tengah sambil menjulurkan lidah di belakang guru.
Atas kelakuannya, para murid ini menjadi sorotan publik.
Baca juga: JAM Tayang Real Madrid Vs Alaves Malam Ini, Incar Kemenangan, Asa Los Blancos Akhir Tren Negatif
Banyak masyarakat membicarakan atas tindakan mereka. Walau begitu bu Atun mengaku sudah memaafkan mereka.
"Saya sudah sangat memaafkan, bahkan mendoakan. Mereka juga menangis menyadari kesalahannya. Kewajiban saya sebagai guru adalah memaafkan agar mereka bisa menjadi generasi yang berakhlak," katanya.
Menurutnya tujuan utama menjadi guru adalah membimbing, bukan malah memberi hukuman yang berlebihan.
"Saya tidak pernah melapor. Mindset saya adalah ingin mengubah anak didik menjadi orang yang berahklak tinggi dan selamat dunia akhirat," katanya.
Baginya kelakuan para murid merupakan fase yang bisa dihadapi dengan pendekatan pendidikan yang tepat.
Baca juga: UNPAB Sediakan 15 Beasiswa untuk Juara MTQ ke-59 Medan, Dukung Pendidikan & Syiar Al-Qur’an
"Saya tidak tahu kalau direkam," katanya.
Ia menceritakan awalnya para murid tersebut bersikap biasa saja, bahkan terbilang santun.
"Awalnya mereka salaman, bahkan mau foto bersama. Saya hargai mereka, padahal saya harus mengajar di kelas lain," katanya.
Setelah melihat video yang beredar, bu Atun merasa sedih.
Ia tak menyangka ternyata murid yang di depannya bersikap santun, justru meledek di belakang.
"Sedih itu manusiawi. Tapi keimanan saya jadikan obat untuk menyembuhkan luka hati," katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto mengungkap para murid meledek bu Atun bukan tanpa sebab.
Baca juga: PEGAWAI Pajak Sumut Kirim Surat Terbuka, Bursok Minta Prabowo dan Gibran Mundur, Bahas soal Skandal
"Pelajaran PPKn gurunya bu Atun waktu itu ada kerja kelompok tentang keberagaman. Keberagaman ada makanan, karya, nyanyian, kesenian daerah," katanya.
Bu Atun membagi kelompok siswa untuk mengerjakan tugas.
"Anak-anak dibagi kelompok, tapi pas mau presentasi kelompoknya rubah dan kelompok ini yang anak-anak ini yang sembilang orang," katanya.
Saat kelompoknya diubah, mereka sama sekali tidak protes.
"Jadi ketika dipindah ke giliran terakhir mereka tetap presentasi, tetap manis, memperlihatkan gak ada apa-apanya sama bu Atun, minta foto bersama, terus ibunya keluar dan terjadi seperti itu, ibu uga gak tahu," katanya.
Purwanto memastikan para murid melakukan tindakan tersebut secara sengaja.
"Ya sengaja," katanya.
Atas kelakuannya, sembilan murid ini tidak akan dikeluarkan dari sekolah.
Mereka akan menjalani pembinaan selama tiga bulan meliputi :
Kegiatan sosial
Pendampingan psikologis
Pengawasan intensif
"Sanksinya pertama kita akan memberi sanksi pada mereka ditangani selama tiga bulan melakukan aksi sosial di lingkungan sekolah dan masyarakat, akan tetap mendapat pelajaram akan didampingi psikolog, ada wali yang mendamping, orang tua juga setiap minggu ikut evaluasi di sekolah ini terhadap perkembangan anak mereka," katanya.
(Tribun-Medan.com)