Biasanya saya terbiasa tata rias alami untuk hari biasa, tapi ini pelatihan sanggul Bali untuk kebutuhan berbeda, jadi agak beda karena pertama kali jadi lumayan susah

Badung, Bali (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II-A di Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali, mengadakan pelatihan salon berupa tata rias dan sanggul serta pameran kerajinan sebagai bentuk pembinaan kemandirian memaknai Hari Kartini.

“Setiap dapat pelatihan mereka dapat sertifikat sebagai bukti mereka dapat pelatihan keterampilan,” kata Kepala Lapas Perempuan Kelas II-A Ni Luh Putu Andiyani di sela peringatan Hari Kartini di Kerobokan, Kabupaten Badung, Selasa.

Pihaknya mendatangkan praktisi salon untuk memberikan pelatihan sanggul dan tata rias adat Bali.

Dengan mengenakan kebaya, selendang, dan kain kemben, sebanyak 20 orang perwakilan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti pelatihan tata rias dan sanggul.

Tak hanya dari Indonesia, warga binaan dari sejumlah negara juga ikut berpartisipasi, seperti dari Ukraina, Thailand, hingga Argentina.

“Biasanya saya terbiasa tata rias alami untuk hari biasa, tapi ini pelatihan sanggul Bali untuk kebutuhan berbeda, jadi agak beda karena pertama kali jadi lumayan susah,” kata warga binaan asal Thailand Kasarin Khamkhao yang sudah menjalani tujuh tahun masa pidana dari total 16 tahun vonis kasus narkoba.

Mereka bergiliran saling merias dan menata sanggul warga binaan untuk selanjutnya melakukan peragaan busana.

Layaknya peragawati, mereka berlenggak-lenggok di aula setempat dengan membawa hasil kerajinan berupa tas, syal rajutan, kipas tangan dan produk makanan ringan seperti kue pie susu.

Sejumlah warga binaan juga menari dengan menampilkan Tari Nusantara sebagai bentuk kreativitas selama menghuni lapas.

Dalam kesempatan tersebut sebanyak 80 perwakilan warga binaan juga mendapatkan literasi berupa penyuluhan spiritual dan pemahaman politik.

Selain pelatihan salon, pemberdayaan yang diberikan kepada warga binaan perempuan yaitu pembuatan kripik tempe, membuat kipas tangan, membuat kue, perawatan kuku, hingga peternakan ayam, kolam lele hingga berkebun melon dan anggur.

Lapas Perempuan Kelas II-A Kerobokan dihuni oleh 258 orang warga binaan dari 12 negara di dunia atau sudah melebihi kapasitas seharusnya yakni 120 orang.

Warga binaan Lapas Perempuan Kelas II-A Kerobokan mengikuti peragaan busana serta menampilkan hasil karya warga binaan memperingati Hari Kartini di lapas setempat di Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (21/4/2026). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna