Demo 21 April, Pemkot Samarinda Siarkan CCTV ke YouTube Antisipasi Trafik Tinggi
Miftah Aulia Anggraini April 21, 2026 01:09 PM

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Tingginya antusiasme masyarakat dalam memantau jalannya aksi demonstrasi menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengambil langkah dengan mengalihkan siaran CCTV aksi 21 April 2026 ke platform YouTube guna mengantisipasi lonjakan trafik.

Sekretaris Diskominfo Samarinda, Suparmin, mengatakan keputusan ini diambil berdasarkan pengalaman pada aksi demonstrasi sebelumnya, ketika banyak warga mengakses sistem pemantauan untuk mengetahui kondisi di lapangan.

“Kan kita sudah pernah ada kejadian sebelumnya, jadi antusias warga untuk melihat itu kan terkait dengan pemilihan rute pulang dan lain-lain. Sehingga warga berkepentingan untuk memantau itu, karena ada pengalihan rute,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Baca juga: Pantau Demo di Samarinda Hari Ini 21 April 2026 dan Situasi Kantor Gubernur Kaltim Via CCTV Online

Menurutnya, akses CCTV tidak hanya digunakan untuk memantau lalu lintas, tetapi juga dimanfaatkan masyarakat untuk mengetahui kondisi anggota keluarga yang ikut dalam aksi.

Untuk mengantisipasi gangguan sistem internal akibat lonjakan pengguna, Diskominfo menyiarkan empat titik CCTV secara langsung melalui YouTube.

Titik tersebut berada di sekitar Kantor DPRD Kaltim di Jalan Teuku Umar dan Kantor Gubernur Kaltim di Jalan Gajah Mada.

“Saat ini ada 4 titik yang kita streamkan ke YouTube, nanti secara bertahap kalau memang dibutuhkan titik lain lagi untuk di-publish di YouTube, nanti kita publish ke YouTube,” jelasnya.

Baca juga: Jelang Demo 21 April, Dishub Samarinda Pantau Massa Lewat CCTV, Siapkan Rekayasa Lalin

Langkah ini juga dilakukan untuk menjaga keberlangsungan sistem internal, khususnya Video Management System (VMS), agar tetap berfungsi untuk perekaman data.

“Karena kalau di YouTube kan tidak mungkin YouTubenya down, karena YouTube yang punya infrastruktur. Nah yang di internalnya ini dipakai, kita perlu untuk menjaga supaya server VMS kita itu tetap hidup. Karena kalau lonjakan trafficnya tinggi, VMS-nya mati, gak ada recording-nya,” ungkapnya.

Suparmin menegaskan bahwa rekaman CCTV tersebut penting sebagai dokumentasi yang dapat digunakan berbagai pihak, terutama dalam aspek keamanan.

Dalam skema yang diterapkan, akses langsung ke sistem internal kini diprioritaskan untuk pihak-pihak yang berkepentingan dalam menjaga ketertiban dan keamanan.

Baca juga: Wartawan Dilarang Masuk Kantor Gubernur Kaltim Saat Demo 21 April, Petugas: Perintah dari Atasan

Sementara masyarakat umum diarahkan untuk mengakses siaran melalui kanal YouTube CCTV Samarinda.

Diskominfo juga membuka ruang interaksi bagi masyarakat melalui fitur komentar di YouTube untuk memberikan masukan terkait titik pemantauan yang dibutuhkan.

“Sampai selesainya, sampai dibutuhkan. Sambil dilihat. Karena titik-titiknya banyak, nanti kalau dibutuhkan masyarakat silahkan saja komen di situnya. Di YouTube ada chatnya. Chat saja di situ, nanti kita koordinasikan,” katanya.

Di tengah pemanfaatan teknologi tersebut, Suparmin tetap mengingatkan masyarakat agar menjaga situasi tetap kondusif selama aksi berlangsung.

“Sampaikan dengan tertib. Dan sama-sama kita jaga keamanan kota,” pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.