Harga Elpiji Naik, Dedi Mulyadi Minta Warga Cerdas Pakai Energi Lokal: Biogas hingga Kayu Bakar 
Muhamad Syarif Abdussalam April 21, 2026 01:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Lonjakan harga elpiji nonsubsidi mulai terasa di Jawa Barat. Di tengah situasi ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memandang kearifan lokal dapat dimaksimalkan sebagai jalan keluar, khususnya dalam hal pemenuhan energi alternatif bagi masyarakat.

Menurutnya, potensi energi berbasis lokal dapat menjadi salah satu langkah diversifikasi untuk meredam dampak kenaikan harga gas elpiji nonsubsidi. Salah satu bentuk energi yang dinilai realistis untuk dikembangkan adalah biogas, yang bersumber dari limbah ternak.

Biogas dapat dihasilkan dari proses pengolahan kotoran hewan, terutama sapi. Praktik ini bahkan sudah lebih dulu dilakukan oleh sejumlah peternak di wilayah Kabupaten Bandung Barat, yang memanfaatkan limbah tersebut menjadi sumber energi gas untuk kebutuhan sehari-hari.

Hasil olahan biogas tersebut mampu menghasilkan nyala api yang cukup besar. Api dari kompor berbahan biogas dinilai memadai untuk aktivitas memasak rutin di rumah tangga.

“Bisa mengelola kotoran sapi berubah jadi energi gas, bisa, sampah, bisa, listrik bisa,” ujar KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, dilansir Diskominfo Jabar, 21 April 2026.

Selain biogas, opsi lain juga terbuka bagi masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan perkampungan.

Penggunaan kayu bakar masih dapat dimanfaatkan sebagai alternatif energi memasak. Sementara itu, bagi warga yang berada di lingkungan perkotaan, kompor listrik dinilai dapat menjadi pilihan yang relevan.

"Jadi memang kita harus menyesuaikan dengan tingkat kemampuan dan kebutuhan kita," ucap KDM.

Ia menilai, masyarakat Jawa Barat memiliki kemampuan untuk beradaptasi menghadapi perubahan, termasuk dalam menyiasati kenaikan harga elpiji nonsubsidi. Kemampuan berinovasi dinilai menjadi kekuatan tersendiri bagi warga.

“Saya meyakini warga Indonesia ini warga yang inovatif dan cerdas,” katanya.

Kenaikan harga elpiji nonsubsidi sendiri mulai diberlakukan sejak 18 April 2026. Untuk wilayah Jawa Barat, harga elpiji ukuran 12 kilogram kini berada di angka Rp228.000 per tabung. Sementara itu, elpiji ukuran 5,5 kilogram dijual seharga Rp107.000 per tabung.

Adapun elpiji subsidi ukuran 3 kilogram tidak mengalami perubahan harga dan tetap berada pada posisi sebelumnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.