Suami Sakit Tulang Bertahun-tahun, Lilis Ikhlas Jadi Kuli Serabutan Demi Hidupi Keluarga
Arie Noer Rachmawati April 21, 2026 01:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Lilis (46), seorang istri harus banting tulang menghidupi keluarganya semenjak suami tak bisa mencari nafkah karena penyakit tulang yang diderita.

Lilis dan suami serta enam anaknya tinggal di Kampung Ciherang RT 19 RW 07, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Lilis terpaksa menjadi kuli serabutan menggantikan peran sang suami.

Sodikin (49), suami Lilis bertahun-tahun tak bisa beraktivitas normal akibat menderita osteoporosis alias tulang keropos.

Rumah yang sudah rusak parah yang berdiri setengah dinding berukuran 6 x 9 meter menjadi tempat berteduh Lilis dan keluarganya.

Mereka bertahan bersama enam anggota keluarga, merajut harapan di tengah keterbatasan.

Rumah itu mungkin tampak biasa dari luar, namun di dalamnya tersimpan kisah keteguhan seorang istri dan kepasrahan seorang suami yang tak lagi mampu menjalankan perannya seperti dulu.

Baca juga: Tiap Hari Jadi Buruh Serabutan, Nuryani Hidupi 8 Anak Sendirian, Makan Nasi Campur Penyedap Rasa

Suami Berhenti Kerja karena Sakit Tulang

Sejak 2018, Sodikin harus berhenti bekerja akibat penyakit tulang yang dideritanya.

Kondisinya yang kian melemah membuatnya hanya bisa berdiam diri di rumah, dan pasrah menyerahkan tanggung jawab nafkah keluarga kepada sang istri.

"Iya, saya hanya bisa pasrah. Alhamdulillah untuk kebutuhan sehari-hari istri saya yang mencari nafkah sebagai kuli serabutan," kata Sodikin, Senin (20/4/2026), dikutip dari Tribun Jabar.

Penyakit yang bertahun-tahun diderita Sodikin ini pun sempat membuat Sodikin putus asa hingga ia frustasi nekat melakukan tindakan kekerasan terhadap tubuhnya.

Namun, kondisi itu dipatahkan oleh Lilis yang dengan teguh menggantikan posisi Sodikin untuk mencukupi kehidupan keluarga.

"Dulu saya pernah menyayat bagian bokong pakai pisau karena kesal dengan kondisi ini," ucap Sodikin, terlihat menahan air mata.

Baca juga: Perjuangan Nani Tiap Hari Jualan Kue Balok, Bersyukur Suami Kerja Serabutan dan Anak Bisa Sekolah

Ikhlas Demi Keluarga, Kerja Serabutan

Melihat kondisi suaminya yang sudah tak setangguh sebelum menderita penyakit.

Lilis pun bekerja serabutan, segala bentuk pekerjaan ia lakukan demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Dengan lapang dada, Lilis menerima kondisi tersebut.

Kondisi itu ia terima sebagai nasib dari sang maha kuasa.

Namun, hal itu tidak mematahkan semangatnya untuk terus menjalani kehidupan.

"Saya sebagai istri menerima kondisi ini. Ini sudah nasib kami. Sekarang saya yang mencari untuk keluarga," ujar Lilis.

Beban keluarga mereka pun semakin bertambah setelah anak sulung kembali ke rumah usai mengalami perceraian.

Kini, enam jiwa harus berbagi ruang di rumah yang kondisinya kian memprihatinkan.

"Kami hidup seadanya. Anak sulung kembali lagi ke keluarga setelah bercerai, jadi sekarang kami tinggal enam orang," kata Lilis.

Baca juga: Dapat Upah Rp 10 Ribu Sehari, Sri Bersyukur Bisa Makan dan Rawat Adik Sakit dari Kerja Serabutan

Anak Kedua Harapan Keluarga

Diketahui, anak sulung Lilis saat ini bekerja sebagai nelayan ikut dengan orang lain. 

Tumpuan dan harapan keluarga pun saat ini bertumpu kepada anak kedua Lilis yang bernama Alya.

Alya saat ini duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Harapan besar diemban Lilis terhadap anak keduanya.

Lilis pun terus bejuang untuk mencukupi biaya pendidikan sang anak, di tengah ia harus memenuhi kebutuhan hidup keluarganya di rumah.

"Satu-satunya harapan kami ada di pundak anak kedua kami yang ingin terus sekolah," ucap Lilis, terlihat berkaca-kaca.

Di mata warga sekitar, keluarga ini dikenal sebagai keluarga yang tabah.

Dapat Bantuan Pemerintah

Ketua RT setempat, Duden, menyebutkan keluarga Sodikin telah terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan menerima bantuan sosial dari pemerintah.

"Alhamdulillah, ada bantuan sosial yang diterima keluarga Sodikin," ungkap Duden.

Di balik penderitaan hidup yang dialami, Lilis terlihat sangat bersemangat dan sangat berharap anaknya dapat menyelesaikan pendidikan, agar bisa mengangkat derajat hidup keluarganya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.