TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN-Perketat pengawasan Makan Bergizi Gratis (MBG), Komisi II DPRD Tarakan bersama Korwil SPPG Tarakan dan mitra dalam waktu dekat kembali turun langsung ke tiap dapur SPPG terkait progres penanganan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah).
Ketua Komisi II DPRD Tarakan, Simon Patino mengungkapkan, kemarin seluruh Ketua DPRD Tarakan diundang ke pusat untuk memantau secara serius pelaksanaan MBG. Usai penuhi pertemuan tersebut, pihaknta langsung menindaklanjutinya dengan akan kembali turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan secara ketat agar berjalan sesuai prosedur.
"Ketua DPRD Tarakan menyampaikan ke saya secara khusus kemarin agar lebih agresif lagi. Mungkin kemarin saya agak penakanan tidak terlalu keras karena. Nah karena ini instruksi langsung dari Presiden, melalui ketua DPRD maka mungkin saya akan lebjh intens lagi daei yany kemarin-kemarin," beber Simon Patino.
Simon Patino mengatakan, untuk turun ke lapangan pihaknya kembali akan memanggil Korwil SPPG Tarakan dan mitra turun bersama melakukan pemantauan langsung ke setiap dapur SPPG.
Baca juga: DLH Tarakan Tinjau Pengolahan IPAL Dapur SPPG, Tindaklanjuti Hasil Koordinasi dengan DPRD
"Saat ini yang jadi sorotan soal IPAL, Informasinya mereka (dapur SPPG) ambil IPAL portable. Jadi mereka tinggal letakkan saja," ujarnya.
Menyoal IPAL portable, apakah sesuai dengan Kepmen LH 2760 tahun 2025 atau standar BGN (Badan Gizi Nasional) ini yang masih harus dipertanyakan ke pihak BGN lanjutnya. Karena jangan sampai mengadakan paket IPAL portable namun tidak sesuai lagi yang distandarkan BGN.
"Kemarin saya minta informasi IPAL standar BGN itu mana. Sampai saat ini saya belum dapat standar BGN itu yang mana. Mungkin teman-teman ini beli yang sistem portable ini mungkin sudah ada koordinasi. Saya belum tahu perkembangannya apakah itu dapat informasi dari BGN atau dari DLH," terang Simon Patino.
Lebih lanjut ia menyampaikan, harapannya paling tidak semua persoalan ini diselesaikan dan program MBG ini berjalan sesegera mungkin. Karena lanjutnya hampir semua sekolah dampaknya.
"Paling utama bagaimana program ini bealan. Anak-anak kita, anak-anak sekolah yang ada di kota Tarakan menikmati program ini," pungkasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah