SURYA.CO.ID, SURABAYA – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 di Surabaya resmi dimulai dengan penerapan sistem pengamanan berlapis dan aturan disiplin ketat.
Peserta yang terlambat lebih dari 30 menit dipastikan tidak diperkenankan mengikuti ujian dan tidak bisa mengganti jadwal di hari lain.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Airlangga (Unair), Prof. Mochammad Amin Alamsjah, Ir., M.Si., Ph.D. menegaskan aturan tersebut diberlakukan untuk menjaga ketertiban dan integritas pelaksanaan UTBK.
“Untuk keterlambatan kami beri toleransi maksimal 30 menit. Jika melewati itu, peserta tidak bisa mengikuti ujian dan tidak ada penggantian hari,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
UTBK di Unair berlangsung selama 10 hari, mulai 21 hingga 30 April 2026, dengan total 19 sesi ujian.
Lokasi ujian tersebar di Kampus B dan Kampus C dengan 22 ruang Computer Based Test (CBT) di 10 gedung.
Kapasitas yang disediakan mencapai 880 komputer per sesi dengan total daya tampung 17.600 peserta.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 16.672 peserta terdaftar mengikuti UTBK di Unair atau sekitar 94,7 persen dari kapasitas.
Pada hari pertama, sesi pertama diikuti 843 peserta atau 95,8 persen kehadiran, sementara 37 peserta atau 4,2 persen tercatat tidak hadir tanpa keterangan.
“Alhamdulillah ujian berjalan lancar dan tepat waktu. Pukul 07.00 peserta sudah login dan pukul 07.15 ujian dimulai,” tambahnya.
Untuk memastikan keamanan dan mencegah praktik kecurangan seperti perjokian, Unair menerapkan pengawasan ketat di seluruh titik. Selain pemeriksaan identitas, panitia juga menggunakan metal detector sebelum peserta memasuki ruang ujian.
Seluruh ruangan diawasi secara langsung oleh pengawas dan tim teknis.
“Dari pusat juga ada instruksi khusus agar pengawasan terhadap potensi joki lebih diperketat. Kami berupaya semaksimal mungkin untuk menghilangkan praktik tersebut,” imbuhnya.
Selain aspek keamanan, Unair juga menyiapkan fasilitas penunjang kenyamanan peserta. Seluruh peserta mendapatkan sarapan pagi berupa teh hangat dan roti, tersedia ruang transit, serta tenaga kesehatan di setiap lokasi ujian.
Perhatian khusus juga diberikan kepada peserta disabilitas.
Tahun ini tercatat 22 peserta disabilitas, terdiri dari 18 tuna rungu dan 4 tuna daksa, yang difasilitasi secara khusus dan dijadwalkan mengikuti ujian pada sesi tertentu, termasuk di Gedung Nano.
Dari sisi teknis, terdapat perbedaan mekanisme dibanding tahun sebelumnya.
Jika sebelumnya peserta dapat memilih lokasi ujian secara spesifik, tahun ini peserta hanya memilih kota lokasi ujian, sementara penentuan titik lokasi dilakukan oleh panitia pusat.
“Peserta harus benar-benar memastikan lokasi ujiannya sebelum hari pelaksanaan agar tidak salah tempat,” ujarnya.
Sementara itu, pelaksanaan UTBK di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) juga berlangsung dengan standar keamanan tinggi. Sebanyak 20.340 peserta dijadwalkan mengikuti ujian selama 10 hari dalam 19 sesi.
Kepala Subdirektorat Admisi UNESA, Sukarmin, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan 31 ruang ujian yang tersebar di dua kampus, yakni Kampus Ketintang dan Kampus Lidah Wetan.
Di Kampus Ketintang, ujian berlangsung di Fakultas Teknik, FMIPA, FISIPOL, Fakultas Vokasi, dan FEB. Sedangkan di Kampus Lidah Wetan berada di Gedung Rektorat, FBS, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Psikologi.
Dari sisi infrastruktur, UNESA menyiapkan 1.075 komputer utama dan 147 unit cadangan, serta didukung delapan server untuk menjaga stabilitas sistem selama ujian berlangsung.
“Kami juga menyiapkan mitigasi risiko secara menyeluruh, termasuk tiga jalur cadangan listrik bekerja sama dengan PLN serta tiga backup jaringan internet dari Telkomnet dan Biznet,” jelas Sukarmin.
Selain itu, koordinasi dengan kepolisian dilakukan untuk memastikan kelancaran lalu lintas di sekitar kampus guna menghindari keterlambatan peserta akibat kemacetan.
Panitia juga mengingatkan peserta untuk mempersiapkan diri secara optimal, baik dari sisi akademik maupun kondisi fisik.
“Peserta harus memahami jenis soal, rutin berlatih, mengecek lokasi ujian sehari sebelumnya, datang lebih awal, serta tidak lupa sarapan agar konsentrasi tetap terjaga,” pesannya.