TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Tanah bergerak di Kampung Cimangurang RT 04/02, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor masih terus terjadi, Selasa (21/4/2026).
Pantauan TribunnewsBogor.com, suara retakan rumah masih terus terdengar di sekitar lokasi.
Kerusakan rumah pun perlahan semakin parah.
Terpantau ada beberapa rumah yang rusak cukup berat.
Kondisinya porak poranda, mulai dari dinding roboh, atap ambruk hingga lantai amblas.
Bahkan ada pula bangunan rumah yang hancur dengan poisi sudah miring.
Terpantau kawasan itu pun dipasangi pembatas bambu agar tidak dimasuki orang.
Sejumlah petugas BPBD, Tagana dan Linmas terpantau masih standby di lokasi.
Mereka terus mengawasi agar kawasan itu tidak didekati warga.
Mereka juga terpantau sekaligus membantu warga menyelamatkan barang-barang dari dalam rumah.
Sampai pukul 12.00 WIB, suara retakan masih terus terdengar pertanda pergerakan tanah masih terjadi.
Yaitu pada 16 April 2026 pukul 10.00 WIB terjadi pergerakan tanah ditandai dengan munculnya retakan pada tanah dan beberapa rumah milik warga dengan lebar sekitar 10 cm.
"Kemudian pada hari Minggu (19/4/2026) saat hujan deras kembali turun, tepatnya pukul 22. 00 WIB malam pergeseran tanah kembali terjadi," kata Jalaludin dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).
Dilaporkan sedikitnya ada tujuh rumah yang rusak dalam kejadian ini, beberapa diantaranya rusak berat.
Para penghuni rumah tersebut kini terpaksa mengungsi dengan mengontrak di rumah yang lebih aman.