Cegah Keracunan Makanan, Teknologi AI 'Simetris' Siap Kawal Distribusi MBG di Jogja​
Muhammad Fatoni April 21, 2026 03:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menyikapi maraknya kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah wilayah, termasuk di Yogyakarta baru-baru ini, langkah preventif mulai diambil melalui inovasi teknologi mutakhir.

​Yayasan Bijana Paksi Sitengsu memperkenalkan Simetris, sebuah aplikasi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang dirancang khusus untuk memantau rantai pasok, serta menjaga standar kualitas makanan dari hulu ke hilir.

​Sekretaris Yayasan Bijana Paksi Sitengsu, Tedi Anggoro, menyampaikan, bahwa langkah ini merupakan respons cepat terhadap berbagai kasus keracunan makanan yang sempat menimpa siswa dalam pelaksanaan MBG di berbagai titik di Yogyakarta.

Pihaknya pun membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, penyedia jasa boga, dan instansi kesehatan untuk menyempurnakan sistem.

​"Tujuannya adalah menciptakan ekosistem Makan Bergizi Gratis yang tidak hanya sehat secara nutrisi, tetapi juga terjamin keamanannya secara digital," katanya, Selasa (21/4/2026).

Kehadiran teknologi Simetris diharapkan mampu menekan risiko kelalaian prosedur hingga titik nol, mengingat SPPG diwajibkan melakukan laporan rutin dan mengantongi sertifikasi higienitas yang ketat.

​Pengawasan berlapis juga sejalan dengan fokus Dinas Kesehatan Yogyakarta yang menekankan pentingnya kontrol mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi.

​Kartika, perwakilan dari yayasan, mengungkapkan, bahwa aplikasi Simetris hadir sebagai jawaban atas tantangan logistik dan keamanan pangan dalam skala besar.

​"Kami tidak ingin program mulia Makan Bergizi Gratis ini terhambat oleh masalah keamanan pangan. Dengan aplikasi Simetris, setiap bahan baku dapat dilacak asal-usulnya. AI kami akan menganalisis kesegaran bahan, masa kedaluwarsa, hingga memantau suhu penyimpanan secara real-time," ujarnya.

Baca juga: Gelar Kerja Bakti Massal Tiap Jumat, Wali Kota Yogyakarta Instruksikan ASN Bawa Sapu hingga Arit

Proses Monitoring Transparan

Fajar Saptono, dari Tim IT Yayasan Bijana Paksi Sitengsu menyampaikan penggunaan AI memungkinkan proses monitoring yang transparan dari awal hingga makanan sampai ke tangan siswa. 

Sistem bakal mengintegrasikan seluruh aktor produksi secara real-time, termasuk penggunaan e-PO (electronic Purchase Order) dan manifest pengiriman digital dengan QR Code.

​"Dengan sistem monitoring digital ini, diharapkan tercipta ekosistem pangan yang transparan dan efisien, sekaligus membangkitkan kebanggaan anak muda untuk kembali membangun desa melalui pertanian," katanya.

​Di sisi dapur produksi, Simetris menerapkan standar HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) digital yang secara otomatis akan memblokir distribusi jika titik kendali kritis, seperti suhu penyimpanan dan proses pengemasan, belum terpenuhi.

​Inovasi tersebut, tambahnya, juga melibatkan Internet of Things (IoT), seperti timbangan digital terhubung dan sensor suhu real-time di area cold storage.

​"Prinsip kami tetap tegas, AI hanya memberikan rekomendasi, namun keputusan final dan tanda tangan verifikasi tetap berada di tangan manusia," cetusnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.