Cerita Warga Babakanmadang Bogor Berhasil Selamat dari Rumah Ambrol Saat Tanah Bergerak
Tsaniyah Faidah April 21, 2026 04:04 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Rohidin dan keluarganya berhasil selamat dari kejadian alam yang membuat rumahnya hancur di Kampung Cimangurang RT 04/02, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor.

Rumah tinggal Rohidin terpantau, Selasa (21/4/2026), sudah tak lagi utuh karena remuk.

Retakan-retakan besar menganga membelah dinding-dinding tembok rumahnya.

Lantai keramik rumahnya juga amblas ditambah sebagian atap juga roboh.

Kerusakan rumah yang dialami Rohidin ini disebabkan pergerakan tanah.

Rumah Rohidin dalah salah satu dari beberapa rumah yang remuk karena peristiwa tersebut.

Rohindin menceritakan bagaimana dia bisa selamat dari kejadian yang membuat rumahnya hancur tersebut.

Dia menjelaskan awalnya pergerakan tanah membuat rumah tetangganya mengalami keretakan.

PERGERAKAN TANAH BOGOR - Kondisi rumah ambruk akibat pergerakan tanah di Kampung Cimangurang RT 04/02, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Selasa (21/4/2026).
PERGERAKAN TANAH BOGOR - Kondisi rumah ambruk akibat pergerakan tanah di Kampung Cimangurang RT 04/02, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Selasa (21/4/2026). (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

"Udah sempet lapor ke desa," kata Rohidin kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (21/4/2026).

Namun kemudian, pergerakan tanah itu terus terjadi dan merembet ke rumahnya dan rumah lain di sekitarnya.

Sehingga akhirnya beberapa rumah lain secara perlahan retak dan akhirnya remuk.

"Pelan-pelan, jadi tanah tuh, 'krek-krek' jadi rumah gak langsung ambruk," katanya.

Setelah tahu tanah bergerak ini terus perlahan terjadi, sebelum rumahnya benar-benar hancur, Rohidin langsung menyelamatkan barang-barang di dalam rumah.

Terpantau, di sekitar lokasi pergerakan tanah banyak tumpukan barang-barang warga yang dititipkan ke rumah lain yang aman.

Beberapa rumah lain yang kerusakan belum parah, terpantau ada yang masih mengangkut barang-barang mereka dibantu petugas BPBD, Tagana, Linmas setempat.

Baca juga: Penampakan Rumah Warga Tanjungsari Bogor Remuk Karena Pergerakan Tanah, Penghuni Terpaksa Mengungsi

Kini Rohidin sendiri bersama keluarganya terpaksa mengontrak rumah namun kebetulan masih di wilayah kampung yang sama.

Karena rumahnya kini sudah benar-benar hancur dan tak bisa ditempati.

"Alhamdulillah keluarga gak ada yang kenapa-kebapa, masih sempet nyalamatin barang-barang juga," katanya.
Sementara menurut BPBD Kabupaten Bogor menjelaskan, pergerakan tanah ini terjadi beberapa kali setelah kawasan itu diguyur hujan.

Yaitu pada 16 April 2026 pukul 10.00 WIB terjadi pergerakan tanah ditandai dengan munculnya retakan pada tanah dan beberapa rumah milik warga dengan lebar sekitar 10 cm.

Kemudian pada hari Minggu (19/4/2026) saat hujan deras kembali turun, tepatnya pukul 22. 00 WIB malam.

BPBD mencatat sedikitnya tujuh unit rumah milik warga terdampak, empat rumah diantaranya rusak rusak berat dan tiga lainnya rusak sedang.

Beruntung, kejadian ini tidak menimbulkan adanya korban jiwa.

Namun ada 9 KK total 28 jiwa penghuni rumah yang terpaksa harus mengungsi.

Sampai Selasa (21/4/2026), pergeseran tanah masih terus terjadi di lokasi, ditandai suara retakan bangunan yang terus terdengar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.