Pemkab Ende Siapkan 22 Lapak di Terminal Ndao untuk Eks PKL yang Digusur 
Nofri Fuka April 21, 2026 05:47 PM

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo

TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Pasca penggusuran terhadap 53 lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pantai Ndao yang diklaim berada di garis sempadan pantai, Pemerintah Kabupaten Ende kini mengijinkan para eks PKL tersebut untuk berjualan di dalam area terminal Ndao.

Dari hasil pembagian yang dilakukan Dinas Perhubungan Kabupaten Ende, terdapat 22 tempat yang akan dijadikan tempat jualan.

"Kan ada 53 eks PKL di Pantai Ndao tapi mereka itu ada warung, bengkel, ada billiard dan itu tidak masuk didalam terminal termasuk penjual ikan, yang masuk di area terminal itu khusus untuk pedagang asongan, tapi mereka tidak tinggal, hanya taroh barang jualan," ujar Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ende, Gabriel Dala, Selasa (21/4/2026).

Selain eks PKL, Terminal Ndao yang selama ini tidak difungsikan sebagai mana mestinya, sejak Senin (20/4/2026) telah difungsikan kembali sebagaimana mestinya.

 

Baca juga: Sebut PMKRI Provokator Hingga Ada Intimidasi, Bupati Ende Dilaporkan ke Kemendagri

 

 

"Semua mobil dari luar kota itu semua masuk ke terminal, tidak di perkenankan ke dalam kota," tegasnya.

Jika ditinjau dari daya tampung Terminal Ndao yang tidak memungkinkan untuk menampung semua kendaraan luar kota dan PKL, Gabriel Dala yang juga merupakan Plt Sekda Ende ini mengatakan perlu melihat kondisi kedepannya.

Kini, mereka mencoba bangkit dengan menempati lokasi baru yang disediakan pemerintah daerah di area parkir Terminal Ndao.

Pantauan pada Senin (20/4/2026) pagi menunjukkan aktivitas mulai menggeliat.

Bangun Tempat Usaha Secara Mandiri

Sejumlah pedagang tampak sudah membuka lapak, sementara lainnya masih sibuk membangun tempat usaha secara mandiri.

Lapak-lapak sederhana berukuran sekitar 2x1 meter berdiri memanfaatkan material bekas bongkaran seperti kayu dan seng.

Meski kondisi jauh dari ideal dibandingkan lokasi sebelumnya, para pedagang tetap memilih berjualan demi menyambung hidup. 

Mereka berharap lokasi baru ini bisa menjadi solusi sementara.

Sementara itu, Terminal Ndao yang sebelumnya tidak berfungsi kini mulai diaktifkan kembali. 

Pemerintah melalui Dinas Perhubungan mengarahkan angkutan umum dari luar kota untuk masuk ke dalam terminal, sehingga kawasan tersebut perlahan terlihat lebih ramai.

Beberapa petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Ende juga terlihat berada di lokasi.

Namun, harapan akan ramainya pembeli belum sepenuhnya terwujud. 

Sejumlah pedagang mengaku masih sepi pembeli pada hari pertama mereka berjualan.

“Baru hari ini kami mulai jualan. Masih sepi, tapi kami coba bertahan dulu di sini,” ujar Murdiana, salah seorang pedagang yang ditemui di lokasi.

Ia menjelaskan, lapak yang digunakan dibangun sendiri dengan memanfaatkan material sisa bangunan lama yang telah digusur. 

Menurutnya, lokasi berjualan di dalam terminal kurang strategis karena pembeli hanya berasal dari penumpang yang turun di area tersebut.

“Tempatnya kurang strategis. Yang beli hanya orang yang turun di terminal,” ungkapnya.

Para pedagang berharap pemerintah segera menata kembali kawasan Pantai Ndao agar aktivitas ekonomi bisa kembali hidup seperti sebelumnya. (Bet)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.