Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung akan berkoordinasi dengan Pertamina dan Hiswana Migas untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga elpiji dan BBM nonsubsidi terhadap konsumsi di masyarakat.
Langkah ini dilakukan menyusul kenaikan harga elpiji dan BBM nonsubsidi oleh PT Pertamina Patra Niaga.
Kepala Bidang Energi Dinas ESDM Lampung Sopian Atiek mengatakan, pihaknya bakal memantau kondisi di lapangan terkait potensi pergeseran konsumsi masyarakat pasca kenaikan harga elpiji dan BBM nonsubsidi.
"Kita melihat perkembangan di lapangan, biasanya kita ada koordinasi rutin tiap bulan. Di akhir bulan kita evaluasi. Nanti terhadap kenaikan ini kita review sekitar tanggal 30 atau 31 April, lalu awal Mei kita lihat apakah ada pergeseran konsumsi," beber Sopian, Selasa (21/4/2026).
Sopian memastikan harga elpiji 3 kg dan BBM subsidi saat ini masih aman dan belum mengalami kenaikan harga.
"Untuk elpiji subsidi sepertinya belum ada kenaikan, karena aturan penyesuaian harga itu biasanya per lima tahun. Kita baru naik tahun lalu dari Rp 18 ribu ke Rp 20 ribu," katanya.
Ia menambahkan, potensi peralihan konsumsi dari elpiji nonsubsidi ke subsidi dinilai tidak signifikan.
"Sejauh ini masih aman. Kalaupun ada migrasi perpindahan, saya pikir tidak akan banyak karena konsumen nonsubsidi kebanyakan masih bertahan menggunakan itu," jelasnya.
Terkait kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Dexlite dan Pertamina Dex, Sopian menilai kondisi tersebut belum berdampak signifikan terhadap konsumsi BBM subsidi jenis biosolar.
Menurut dia, pengguna BBM nonsubsidi umumnya berasal dari kalangan kendaraan dengan spesifikasi tertentu atau kendaraan mewah, sehingga tidak mudah beralih ke biosolar.
"Secara persentase, saya pikir tidak lebih dari 5 persen pengguna Dexlite dan Pertamina Dex, jadi untuk sementara aman," ujarnya.
Ia juga memperkirakan potensi migrasi dari BBM nonsubsidi ke subsidi hanya sekitar 1-2 persen.
"Kalaupun ada perpindahan, itu tidak banyak. Selain itu, ada risiko kerusakan mesin jika kendaraan baru menggunakan biosolar, jadi itu juga jadi pertimbangan konsumen," tambahnya.
Terkait pengawasan, Sopian memyebut pihaknya terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dalam penanganan kasus penyelewengan BBM maupun elpiji.
Dinas ESDM Lampung menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi, termasuk dampak faktor global terhadap kebijakan energi nasional, serta memastikan distribusi energi tetap berjalan lancar dan tepat sasaran.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)