TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI - Peringatan Hari Kartini di Kota Kediri, Senin (21/4/2026), berlangsung tidak sekadar seremonial.
Momentum ini dimanfaatkan untuk menegaskan peran strategis perempuan dalam menghadapi berbagai tantangan sosial hingga isu lingkungan hidup.
Apel peringatan dipimpin langsung oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, dan diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), organisasi wanita, TP PKK, komunitas perempuan, hingga pemerhati lingkungan.
Dalam sambutannya, Vinanda mengajak seluruh perempuan untuk menghidupkan semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini melalui aksi nyata di kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Kisah Hesti, Perajin Anyaman Bambu di Blitar yang Bertahan 6 Tahun dan Raup Omzet Jutaan
"Selamat memperingati Hari Kartini kepada seluruh perempuan di Kota Kediri. Semoga api semangat Kartini selalu menyala di hati kita semua dengan benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar," ujarnya.
Menurutnya, perjuangan Kartini masih sangat relevan hingga saat ini, khususnya dalam memperjuangkan akses pendidikan dan kesetaraan bagi perempuan.
"Saya ingat sekali ketika melihat filmnya, beliau sangat gigih memperjuangkan perempuan. Beliau punya semangat tinggi untuk belajar. Saya lihat semangat beliau masih tumbuh hingga saat ini," ungkapnya.
Namun, Vinanda juga menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi perempuan modern, mulai dari kesenjangan ekonomi hingga kekerasan berbasis gender, termasuk fenomena komentar negatif di ruang digital.
"Ini perjuangan kita bersama untuk bisa meneruskan perjuangan Raden Ajeng Kartini. Saya mengajak kita semua bersama-sama menjaga ruang yang aman dan nyaman bagi perempuan, baik di dunia nyata maupun di dunia maya," tegasnya.
Menariknya, peringatan Hari Kartini kali ini bertepatan dengan Hari Bumi, sehingga Pemerintah Kota Kediri mengintegrasikan isu lingkungan dalam rangkaian kegiatan.
"Momentum Hari Kartini dan Hari Bumi memiliki keterkaitan erat. Perempuan memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan, terutama dalam kehidupan sehari-hari di rumah tangga," imbuh Vinanda.
Sebagai bentuk aksi nyata, kegiatan dilanjutkan dengan bersepeda bersama menuju Taman Brantas. Para peserta kemudian melakukan tebar benih ikan serta aksi bersih-bersih di bantaran Sungai Brantas.
Rangkaian acara juga dimeriahkan dengan flashmob dan pemberian penghargaan bagi peserta dengan kostum terbaik.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Kediri berharap perempuan tidak hanya menjadi simbol emansipasi, tetapi juga motor penggerak perubahan sosial sekaligus pelopor dalam menjaga kelestarian lingkungan.
(tribunmataraman.com)