TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemkot Yogyakarta memberikan perhatian serius terhadap kondisi kesehatan ratusan jemaah yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci pada April 2026 ini.
Selain kesiapan fisik jemaah, Pemkot juga memastikan pengawalan medis dengan memberangkatkan sejumlah tenaga kesehatan (nakes) untuk mendampingi jemaah selama berada di Arab Saudi.
Adminkes Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta, Rohadanti, mengungkapkan, nakes tersebut akan bertugas dalam berbagai kategori, mulai dari Tenaga Kesehatan Daerah (TKHD) hingga jajaran pusat.
"Ada tenaga kesehatan Kota Yogyakarta yang mengawal bersama tenaga kesehatan dari Pemda DIY dan pemerintah pusat," terangnya.
Secara rinci, terdapat tiga orang tenaga kesehatan dari lingkungan Pemkot Yogyakarta yang bertugas di beberapa sektor yang difokuskan.
Yakni satu orang dokter dari RS Jogja yang bertugas sebagai TKHD, satu orang perawat dari RS Pratama sebagai TKHI, serta satu orang perawat dari RS Jogja yang ditugaskan sebagai petugas haji daerah.
Kehadiran tim medis menjadi krusial mengingat komposisi jemaah haji asal Kota Pelajar tahun ini cukup didominasi oleh kelompok rentan.
Dari total 494 calon jemaah haji, tercatat sebanyak 189 orang di antaranya merupakan lanjut usia (lansia), dengan usia tertua mencapai 85 tahun.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani, menyampaikan, seluruh rangkaian persiapan medis sejatinya telah digulirkan sejak November 2025 lalu.
"Hasil pemeriksaan kesehatan jemaah dikategorikan dalam status istithaah kesehatan (kemampuan kesehatan). Sebagian besar masuk dalam kategori istithaah kesehatan dengan pendampingan obat," ujarnya.