Air Sungai Belik Diduga Terpapar Limbah IPAL Komunal, DLH Bantul Lakukan Uji Lab
Yoseph Hary W April 21, 2026 10:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sungai Belik di Padukuhan Pandes I, Kalurahan Wonokromo, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, diduga tercemar limbah. 

Kabar tersebut beredar di media sosial dengan dampak banyak ikan di sungai Belik tersebut mati.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, Bambang Purwadi Nugroho, mengaku telah mendengar kabar tersebut.

Uji lab sampel air

Pihaknya kerja sama dengan dukuh setempat untuk melakukan pengecekan sampel air dan ikan di lokasi Sungai Belik.

"Itu nanti akan kami uji laboratorium. Ya nanti ada lab yang kita tunjuk. Kita asesmen untuk mengetahui kandungannya apa. Iya labnya di Jogja. Di mana labnya, saya belum bisa memastikannya," kata dia saat dikonfirmasi, Selasa (21/4/2026).

Kendati begitu, hasil uji lab diperkirakan baru keluar sekitar tiga minggu ke depan. Nantinya, hasil lab tersebut menjadi acuan untuk menentukan langkah penanganan atas dugaan pencemaran di sungai tersebut.

Pihaknya sudah menelusuri sumber limbah yang diduga mencemari air Sungai Belik dan ikan tersebut.

Diduga sumber limbah dari IPAL Komunal

Hasil penelusuran sementara pencemaran sungai terjadi dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal di dekat Sungai Belik.

"Jadi, kami melakukan koordinasi bersama Pak Dukuh dan Bhabinkamtibmas untuk antisipasi pencegahan, supaya pencemarannya bisa dikendalikan. Ya IPAL itu kemungkinan ada bocor atau bagaimana, kan saya belum dapat laporan lagi. Tapi, hasil dugaan pertama itu," ujar Bambang.

Sampai saat ini, Bambang mengaku belum mendapat update kondisi terbaru Sungai Belik itu. Namun begitu, dipastikan bahwa timnya terus melakukan penelusuran. Bahkan, sampai saat ini kasus itu masih dilakukan pendalaman.

"Dan kemarin sudah kami serahkan itu ke wilayah. Kalau itu (pencemaran Sungai Belik) IPAL komunal ya diminta dihentikan IPAL-nya sampai sementara waktu supaya sumber pencemarannya tidak terus terjadi. Kalau IPAL mau dilakukan perbaikan ya kita kasih waktu penanganan secepatnya," terang Bambang.

Jangan konsumsi ikan yang mati

Lebih lanjut, Bambang menegaskan kepada masyarakat agar tidak mengonsumsi ikan-ikan yang mendadak mati di Sungai Belik, sebab dikhawatirkan berbahaya bagi kesehatan tubuh pengonsumsi.

Sementara itu, Dukuh Pandes I, Budi Cahyono, menyebut kondisi dugaan pencemaran Sungai Belik muncul pada Senin (20/4/2026). Kala itu, ia mendapat laporan dari warga yang melihat ikan mengapung di Sungai Belik sekitar pukul 08.00 WIB.

"Dari laporan warga itu tampak busa bertebaran di atas ikan-ikan tersebut. Jenis ikannya itu ada tawes, nila, wader, dan sapu-sapu," bebernya.

Ikan-ikan yang muncul di permukaan sungai itu sempat ditangkap oleh warga. Mereka datang ke lokasi dengan menggunakan ember besar. Dikarenakan takut membahayakan pengonsumsi, sehingga ia mengimbau masyarakat untuk tidak memakan ikan-ikan tersebut.

"Saya minta warga agar tidak memakan ikan tersebut sebelum hasil laboratorium keluar," ucap dia.

Selain itu, pihak padukuhan bersama instansi terkait telah melakukan penyelidikan. Dugaan sementara, Sungai Belik diduga terkena limbah IPAL di dekat Sungai Belik.

"Jadi ada petugas yang mencuci tandon penampungan air limbah sehingga air cuciannya mengalir ke sungai dan limbah itu kan mengandung zat kimia berbahaya," tutupnya.(nei)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.